Categories: Nasional

BMW dan Hyundai Dibidik Hacker

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Hacker atau peretas dikabarkan tengah membidik salah satu raksasa otomotif dunia sebagai targetnya. Adalah BMW yang disebut menjadi sasaran hacker untuk kemudian mencuri informasi seputar rahasia dagang mereka.

Sebagaimana dilansir dari Engadget, Rabu (18/12), perjanjian BMW dengan VinFast Vietnam telah menjadikan perusahaan itu target peretas yang mencoba mencuri rahasia dagang. Menurut media Jerman, Bayerischer Rundfunk (BR), kelompok hacker yang membidik BMW dikenal sebagai OceanLotus.

Sebagai bagian dari operasi, peretas memasang alat yang disebut Cobalt Strike dan kemudian menggunakannya untuk mencoba mengumpulkan informasi rahasia.

Pakar keamanan di BMW mengetahui hal tersebut dan kemudian dilaporkan. Mereka menghabiskan beberapa bulan memantau para peretas sebelum memutuskan akses mereka bulan ini. Untungnya, serangan itu tampaknya gagal karena seorang pakar keamanan mengatakan para peretas kemungkinan tidak mendapatkan informasi sensitif dan tidak akan dapat mengakses sistem di kantor pusat perusahaan di Munchen, Jerman.

BMW tidak mengatakan banyak tentang insiden itu. Tapi, mengatakan kepada BR kalau mereka telah menerapkan struktur dan proses yang meminimalkan risiko akses eksternal yang tidak sah ke sistemnya dan memungkinkan mereka untuk dengan cepat mendeteksi, merekonstruksi, dan memulihkan jika terjadi insiden.

OceanLotus dilaporkan telah beroperasi sejak 2014 dan diyakini sebagai kelompok peretasan yang disponsori negara yang didukung oleh Vietnam. Kelompok itu sering menargetkan para pembangkang Vietnam dan negara-negara yang dilihat Vietnam sebagai saingan atau ancaman potensial.

Kelompok ini juga dikatakan telah menargetkan Hyundai, tetapi sedikit yang diketahui tentang upaya peretasan itu. Masih belum jelas apakah ada pembuat mobil lain yang ditargetkan.

Peretasan terbaru itu seharusnya tidak terlalu mengejutkan karena FBI memperingatkan perusahaan mobil bahwa mereka bisa menjadi target infeksi ransomware, pelanggaran data yang mengarah pada pengelupasan informasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi, dan akses tidak sah ke jaringan perusahaan.

FBI mengatakan beberapa serangan ini telah berhasil dan memungkinkan para peretas untuk mencuri informasi sensitif, melakukan transfer informasi ilegal, dan kemudian meminta pembayaran uang tebusan.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

18 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

18 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

24 jam ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

24 jam ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 hari ago