Para pemain film Susi Susanti-Love All. (istimewa)
Para pemain film Susi Susanti-Love All. (istimewa)
RIAUPOS.CO– Atlet legenda bulutangkis Susy Susanti selalu menegaskan bahwa namanya menggunakan huruf ‘Y’ di dalam kata ‘Susy’. Akan tetapi, dalam film ‘Susi Susanti-Love All’, film tersebut menggunakan huruf ‘i’ sehingga ‘Susi’.
Lantas, apa sebabnya?
Produser Film ‘Susi Susanti-Love All’ Daniel Mananta menjelaskan alasan dia menggunakan judul dengan huruf i pada nama Susi Susanti. Menurutnya, ‘Susi Susanti’ adalah nama panggung saat Susy Susanti bertanding.
“Susi Susanti itu pakai ‘i’ adalah nama panggungnya,†kata Daniel tertawa.
Daniel menjelaskan cerita lucu saat sejarah awal kehidupan Susy Susanti remaja saat akan masuk klub PB Jaya Raya. Kala itu, ada atlet lainnya bernama Susi Lubis. Sayangnya Susi Lubis terlambat datang, sehingga Susy Susanti lolos.
“Jadi namanya ketukar antara Susy Susanti dan Susi Lubis. Nah sejak itu, nama panggungnya pakai Susi,†tutur Daniel.
Alasan lainnya, kata dia, nama Susy Susanti yang tercatat secara internasional di federasi bulutangkis dunia adalah memakai nama dengan akhiran huruf i. Sehingga Susi Susanti lebih dikenal dan tercatat secara internasional.
“Waktu kami riset ternyata nama yang tercatat di internasional adalah pakai i. Itu juga tercatat di Museum Olimpiade. Itu mengapa kami tulis pakai i saja,†jelas Daniel.
Sementara itu, Susy Susanti mengungkapkan, dirinya memang sering mengatakan kalau namanya menggunakan huruf ‘y’. Tapi, adanya perubahan nama dengan akhirnya ‘i’ pada nama ‘Susi’, atlet peraih emas olimpiade ini tidak keberatan.
“Memang dari awal saya bilang, nama saya Susy pakai Y lho, bukan pakai i. Dan itu saya selalu tegaskan kepada wartawan. Tapi mungkin orang Indonesia mengucapkannya lebih gampang kalau pakai i, jadi bukan Susy (susay, Red), maka enggak apa-apalah Susi,†kata Susy Susanti dalam peluncuran trailer film ‘Susi Susanti-Love All’ di Jakarta, Rabu (18/9).
Film ini akan tayang di bioskop pada 24 Oktober 2019 menjelang Hari Sumpah Pemuda.
Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.co
Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…
Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…
Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…
Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…
Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…
Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…