Categories: Nasional

Ramah Lingkungan Pestisida Berbahan Rempah

(RIAUPOS.CO) – HAMA tanaman adalah musuh para petani. Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk dapat mengusir hama tanaman, salah satunya dengan penggunaan pestisida. Tak jarang, pestisida yang digunakan adalah pestisida kimia yang kerap menimbulkan masalah baru bagi lingkungan, selain harganya yang mahal.

Kendati demikian, saat ini sudah ada solusi alternatif untuk para petani atau pun pencinta tanaman untuk dapat mengusir hama tanaman, yaitu dengan menggunakan pestisida organik berbahan rempah. “Konsep pestisida organik adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman palawija dengan menggunakan bahan-bahan herbal, sehingga aman dan ramah terhadap lingkungan dan manusia,” kata Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru Eni Suhesti S Hut M Si, Sabtu (17/7).

Dijelaskannya, pestisida organik berbahan  rempah lebih aman bagi manusia dan ramah lingkungan, terlebih dalam proses pembuatannya tidak menggunakan bahan kimia sama sekali, tentu saja dengan bahan yang mudah dijumpai sehari-hari.

Eni juga memaparkan untuk pembuatan pestisida berbahan rempah, bahan yang diperlukan yaitu, selembar daun pepaya, lima siung bawang putih, sepuluh lembar daun sirsak, sebatang serai, dan satu lembar lidah buaya.

Selanjutnya, bahan-bahan tersebut di potong kecil-kecil, kemudian dihaluskan dengan mengguanakan blender. Setelah itu, bahan tinggal ditamahkan dengan satu liter air. “Kemudian campuran bahan tersebut disimpan dalam wadah tertutup selama dua hari. Senyawa-senyawa aktif di dala masing-masing bahan akan keluar dan berfungsi untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman,” paparnya.

Setelah dua hari, dikatakan Eni, pestisida berbahan rempah sudah siap digunakan. Penggunaannya, satu liter pestisida diencerkan dengan 10 liter air. Pestisida siap disemprotkan pada tanaman dan tanah tempat tanaman itu tumbuh.

“Dampak negatif terhadap lingkungan relatif tidak ada. Karena menggunakan bahan organik, tentu tidak akan mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. Penggunaan pestisida berbahan rempah ini juga akan lebih menghemat pengeluaran dibandingkan jika membeli pestisida kimia,” tukasnya.

Ia menyarankan, pengaplikasian terhadap tanaman bisa dilakukan selama satu hari dalam satu pekan, yaitu pagi dan sore untuk pencegahan, atau diberikan saat tanaman terkena hama.

Eni menambahkan, pihaknya juga telah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan pestisida berbahan rempah ini. menurutnya, hal tersebut adalah bagian dari Tri Darma perguruan tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada maasyarakat.(anf)

 

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

1 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

2 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

2 hari ago

Hakim Vonis Ringan Kasus Penggelapan Miliaran, Kejari Inhil Siap Banding

Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…

2 hari ago

45 Jemaah Haji Riau Akhirnya Berangkat Usai Alami Penundaan

Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…

2 hari ago

Wako Pekanbaru Jemput Dukungan Pusat, Gaspol Benahi Sistem Sampah

Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…

2 hari ago