tidak-semua-jenazah-yang-dibungkus-plastik-meninggal-akibat-covid-19
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan bahwa membungkus jenazah dengan plastik merupakan protokol pemakaman. Yuri mengatakan ini untuk meluruskan persepsi bahwa jenazah yang dibungkus plastik adalah korban Covid-19.
"Jenazah yang dimakamkan dengan tata laksana pada pengelolaan penyakit menular itu belum pasti jenazah Covid-19," kata Yuri, Sabtu (18/4).
Yuri melanjutkan, pasien yang meninggal dunia akibat HIV Aids, hepatitis, ebola, dan difteri mendapatkan protokol yang sama seperti pasien yang meninggal akibat Korona. "Kita bungkus dengan plastik. Kemudian kita yakinkan di dalam peti itu sudah kedap dengan ditambahkan antiseptik yang cukup," ujar Yuri.
Yuri pun kembali memohon kepada masyarakat agar tidak melakukan penolakan terhadap jenazah yang tata cara pelaksanaan protokolnya mirip dengan virus corona. "Jangan dimaknai bahwa semua jenazah yang dimakamkan dengan prosedur jenazah dengan penyakit menular selalu dianggap Covid-19," ungkapnya.
Adapun sampai dengan hari ini jumlah orang yang positif tertular corona adalah 6.248 dengan angka kesembuhan 631 orang dan meninggal dunia sebanyak 535 orang.
Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal
Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…
Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…
Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…
SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…