Categories: Nasional

10.615 Orang Sembuh dari Virus Corona, Antibodi Pasien Diteliti

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Jumlah korban meninggal dunia akobat virus corona jenis baru asal Wuhan, Tiongkok, sudah mencapai 1873 jiwa. Komisi Kesehatan Nasional China mencatat sudah 73 ribuan orang terinfeksi oleh virus COVID-19 itu.

Dalam laman South China Morning Post, Selasa (18/2), meski ada 1873 jiwa meninggal, namun 10.615 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Bahkan, tren kasus baru yang terinfeksi diklaim turun. Hanya kurang lebih 1.800 pasien baru yang terinfeksi sesuai data, Selasa (18/2). Angka itu adalah terendah dari tren kasus baru selama ini. Biasanya setiap hari bisa muncul 3000-an kasus baru.

Otoritas kesehatan nasional China mengklaim, jumlah kasus baru yang menurun adalah tanda bahwa wabah itu terkendali. Namun, Kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, penurunan tren itu harus ditafsirkan dengan sangat hati-hati.

“Tren dapat berubah. Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah penurunan yang dilaporkan ini akan berlanjut. Setiap skenario masih di atas meja,” katanya kepada wartawan, Senin (17/2).

Plasma Pasien Sembuh Diteliti

Pejabat kesehatan China telah mendesak pasien yang pulih dari Coronavirus untuk menyumbangkan darah. Sehingga plasma mereka dapat diekstraksi untuk mengobati orang lain yang sakit kritis. Plasma dari pasien yang telah pulih dari radang pneumonia yang dipicu oleh COVID-19 mengandung antibodi yang dapat membantu mengurangi viral load pada pasien yang sakit kritis.

Menurut WHO, Coronavirus selama ini hanya menyebabkan penyakit ringan bagi 80 persen pasien yang terinfeksi. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa 14 persen pasien akan menderita penyakit parah seperti pneumonia. Sekitar 5 persen dari kasus dianggap kritis dengan kemungkinan kegagalan multi-organ, syok septik dan gagal pernapasan dan, dalam beberapa kasus terjadi kematian.

Tedros juga mengatakan ada kasus yang relatif sedikit terjadi di antara anak-anak. Hal itu masih diteliti penyebabnya. Angka kematian hanya 2 persen, lebih rendah dibandingkan dengan virus corona lain seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

1 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

1 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

1 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

2 hari ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

2 hari ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

2 hari ago