Kadiv Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal.
Selain manfaatkan momentum Pilpres, seperti biasa, kata Iqbal, kelompok teroris yang terindentifikasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu juga berniat menyasar personel kepolisian, terutama kantor-kantor polisi. ’’Salah satu sasaran jelas, mereka kan punya prinsip bahwa siapapun yang tidak sealiran, itu adalah musuh mereka. Polisi jelas sasarannya, kantor-kantor polisi,’’ kata dia.
Iqbal yang pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polresta Pekanbaru itu menyebut, preventif strike yang dilakukan jajarannya adalah upaya untuk mencegah dan mengantisipasi adanya indikasi-indikasi serangan teror. Terutama jelang perayaan hari Raya Idul Fitri 2019.
Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…
Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…
BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…
Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…
PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…
Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…