Categories: Nasional

PLTA Masih Buka Empat Pintu Spillway

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Kendati inflow masuk ke waduk PLTA Koto Panjang turun drastis pada sore kemarin, unit layanan PLTA Koto Panjang masih mempertahankan bukaan empat pintu spillway waduk pada ketinggian 50 cm. Inflow ke waduk PLTA Koto Panjang terus mengalami penurunan beberapa hari terakhir.

Inflow memang sempat tercatat pada posisi 2811.91 m3/2 saat hari pembukaan empat pintu pada Rabu (12/2) lalu. Saat itu elevasi waduk sudah berada pada ketinggian 83.10 MDPL. Namun inflow waduk turun pada posisi 1112.15 m3/s pada Sabtu (15/2) sekitar pukul 12.00 WIB siang. Saat itu, elevasi waduk masih berada pada posisi 83.21 MDPL.

Sementara pada Ahad (16/2) pada pukul 15.00 WIB sore kemarin, inflow turun hampir dua kali lipat dibanding siang sebelumnya menjadi hanya 588.53 m3/s. Inflow waduk PLTA Koto Panjang terus mengalami penurunan.

Satu jam setelahnya kembali terpantau inflow turun ke posisi 282.25 m3/2. Namun elevasi waduk PLTA Koto Panjang belum turun signifikan, karena masih berada di posisi 83.39 MDPL.

Pada Sabtu (16/2), beberada setelah pelepasan empat pintu spillway setinggi 50 cm (4×50 cm), air di hulu Sungai Kampar masih dalam. Hal ini karena besarnya inflow akibat hujan lebat dari hulu sungai ke Sungai Kampar bagian hulu.

Sejumlah daerah yang berada di pinggiran Sungai Kampar pada sisi hulu waduk  seperti Desa Tanjung dan Tabing, air mendekati permukaan jalan. Bahkan sempat merendam beberapa rumah.

Plt Manager Unit Layanan PLTA Koto Panjang Cecep Sofhan Munawar sempat menerima laporan kondisi tersebut. Namun air naik berada di sisi hulu, bukan sisi hilir. Bila sisi hulu, daerah Pangkalan yang berada di Lima Puluh Kota Sumatera Barat memang sudah banjir pada hari pertama pelepasan PLTA Koto Panjang.

Maka tidak heran hulu Sungai Kampar saat ini air sedang dalam karena rembesan dari banjir Pangkalan. Menurut Cecep, yang perlu diwaspadai adalah wilayah hilir sungai.  

“Yang perlu diwaspadai wilayah hilir, tapi sejauh ini masih aman. Dari pengalaman sebelumnya, kalau PLTA buka di atas 5×100 cm, daerah awal yang terkena genangan ada di kawasan Air Tiris dan Rumbio Jaya,” sebut Cecep.

Laporan : HENDRAWAN

Editor: Deslina

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

9 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

9 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

10 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

10 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

10 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

10 jam ago