INTERNET
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Google Assistant kini telah menjadi aplikasi andalan baru dengan fitur juru bahasa atau interpreter di Android dan iOS. Fitur tersebut dapat digunakan untuk menerjemahkan bahasa satu ke bahasa yang lain dan dapat digunakan dengan mudah untuk para turis ketika datang ke satu negara namun tak menguasai bahasa setempat.
Dengan fitur baru ini, smartphone siapapun kini dapat memecah batasan bahasa apa pun. Hal itu memungkinkan pengguna untuk mengobrol bersama orang asing dengan menerjemahkan percakapan secara langsung.
Mode penerjemah Google Assistant dipamerkan di acara CES, Las Vegas, Januari lalu dan memulai debutnya beberapa minggu kemudian pada perangkat smart home yang terhubung, seperti speaker Google. Seperti namanya, fitur ini menambahkan keterampilan juru bahasa ke Google Assistant yang sudah berguna dalam banyak hal setiap hari.
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menerjemahkan percakapan secara real-time dan mendukung 44 bahasa hingga saat ini. Siapa saja kini tidak perlu berbicara sepatah kata pun dalam bahasa yang ingin mereka pahami.
Yang terbaru dari Google Assistant untuk fitur interpreternya kini juga menjadi lebih mudah dengan fungsi interpreter real-time. Sebagaimana dikutip JawaPos.com dari AndroidPolice, Senin (16/12), sekarang penerjemah Google Assistant hadir pada smartphone siapapun untuk menemani pengguna ke manapun.
Tidak seperti Google Home atau Nest Hub, pengguna harus mengatakan ‘OK Google, jadilah penerjemah saya dalam bahasa pilihan’. Sebagai contoh, user dapat mengatakan ‘Hai Google, jadilah penerjemah bahasa Jerman’.
Kemudian asisten secara otomatis mendengarkan percakapan user dan menerjemahkan percakapan kepada pihak lain pada dua arah. Google Terjemahan sudah memungkinkan user memanfaatkan fungsi serupa. Tetapi kini mengaksesnya menjadi lebih mudah hanya dengan asisten suara.
Pada layar smartphone, asisten akan menunjukkan teks yang diucapkan dan memberikan jawaban cerdas yang dapat mempercepat percakapan dengan memungkinkan user menjawab tanpa harus berbicara. Mode penerjemah dengan fungsi baru itu juga dapat digunakan di Android dan iOS.
Perlu disebutkan bahwa terjemahannya tidak selalu dapat diandalkan, terutama ketika menerjemahkan kalimat yang kompleks. Jadi kami sarankan untuk menggunakannya dengan hati-hati dalam diskusi penting.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…
Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…
Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…
Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…
Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…