Categories: Nasional

Gelar Seminar dan Pelatihan Terapi Komplementer Prenatal Yoga

KOTA (RIAUPOS.CO) — Progam Studi D-III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Payung Negeri (PN) Pekanbaru, mengelar seminar dengan tema ‘Membangun Jiwa Kewirausahaan dengan Terapi Komplementer’ di Hotel Mutiara Merdeka, Sabtu (14/12). Juga digelar pelatihan Prenatal Yoga dilaksanakan pada 13-15 Desember 2019 di STIKes Payung Negeri Pekanbaru.

 

Turut hadir pengurus IBI Provinsi Riau Hj Fatmawati Amd Keb SKM MM, Ketua LP3M STIKes Payung Negeri Pekanbaru Ns Emulyani SKep Mkep, narasumber pakar dan Dosen Fakultas Keperawatan USU Medan sekaligus Founder Sekolah Emak Febri Oktavinola Kaban SST M Keb  RYT CIMI dengan tema Terapi Komplementer Prenatal Yoga, Narasumber kedua Islah Wahyuni M Biomed CWCCA CHT CHE dengan tema Terapi Komplementer Baby Spa, serta panitia, citivas akademika dan peserta seminar lainnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Emulyani, dalam sambutannya mengatakan, tujuan seminar dan pelatihan ini adalah, agar bidan memiliki jiwa kewirausahaan dalam menghadapi persaingan dunia kerja, sesuai dengan visi dan misi D-III Kebidanan STIKes PN yaitu menjadi program Studi D-III Kebidanan terkemuka di Sumatera yang menghasilkan bidan professional, berakhlak dan memiliki jiwa entrepreneurship tahun 2025.

Tidak hanya dari sisi kompentesi akademik, Emulyani mengatakam yang paling penting adalah softskil seperti etika, sikap dalam menghadapi dunia kerja.

"Kami mengharapkan peserta bisa mengikuti seminar dengan seksama agar memahami dan mendapatkan bekal serta siap mengaplikasikan ilmunya pada masyarakat luas," harap Emulyani.

Emulyani menambahkan, menurut panitia seminar ini diikuti oleh 150 peserta, dari mahasiswa, alumni dan bidan yang sudah bekerja.

"Dengan adanya seminar dan pelatihan ini para bidan tenaga kesehatan profesional bisa mendapatkan pencerahan dan ilmu yang terbaru dari narasumber. Sehingga Peserta seminar dan pelatihan mempunyai motivasi, inisiatif, dan jiwa entrepreneurship, bisa berfikir analisis namun tetap sopan, beretika dan berakhlak," ujarnya.

Sementara pengurus IBI Provinsi Riau Hj Fatmawati  Amd Keb SKM MM mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia juga menuturkan, bidan dituntut untuk kompeten dan memiliki jiwa wirausaha. "Karena ilmu kebidanan itu dinamis harus terus belajar baik dengan seminar dan pelatihan lainnya. Karena bidan dituntut berkompeten di bidangnya karena perkembangan ilmu yang terus maju dan punya jiwa kewirausahaan," tutup Fatmawati.(*2/c)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

3 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

4 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

6 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

6 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

7 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

7 jam ago