Categories: Nasional

Gubri Syamsuar Dianugerahi Gelar Datuk Sutan Sotio Amanah Tuah Nogoi

Masyarakat adat dari Keluarga Bangsawan Luhak Kepenuhan, Rokan Hulu (Rohul) memberikan apresiasi kepada Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi berupa gelar Datuk Sutan Sotio Amanah Tuah Nogoi. Prosesi penabalan dilakukan di Balai Adat Luhak Kepenuhan, Rohul, Sabtu (14/5).

Nampak hadir Bupati Rohul Sukiman bersama jajaran, para datuk dan tokoh adat dari Luhak Kepenuhan serta Kadis Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen.

Pimpinan adat dari Luhak Kepenuhan Ajo Jumun Tuan Mudo mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kesediaan Gubri menerima gelar adat. "Bagi kami ini adalah sebuah penghormatan. Kehadiran Bapak Gubernur di sini seolah menambah darah segar bagi kami untuk bersama-sama membangun negeri ini," ucapnya seraya mengatakan bahwa ini pertama kali dalam sejarah seorang Gubri berkenan hadir di Balai Adat Luhak Kepenuhan.

Sementara Gubri dalam sambutannya menegaskan soal komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam membangun dan mengembangkan adat budaya Melayu.

Salah satu contohnya, dengan memasukkan budaya Melayu sebagai muatan lokal dalam kurikulum sekolah. "Ini sangat penting agar anak-anak kita tidak kehilangan identitas diri," tegas Gubri.

Gubri juga menyinggung soal penyalahgunaan narkoba yang marak di Riau, di mana mayoritas pengguna bahkan pengedar adalah anak-anak Riau sendiri. "Saya mengajak seluruh datuk-datuk, tokoh adat, tokoh masyarakat, ayo sama-sama kita selamatkan generasi muda kita dari penyalahgunaan narkoba," himbaunya.

Gubri memastikan bahwa ke depan masalah penyalahgunaan narkoba akan masuk dalam mata pelajaran sekolah-sekolah, termasuk di pesantren.

Gubri menyebut bahwa dalam waktu dekat dirinya akan berkunjung ke Malaysia menemui Menteri Dalam Negeri Malaysia. "Karena harus kita akui narkoba itu banyak datang dari Malaysia. Di Malaysia yang menangani masalah narkoba itu Menteri Dalam Negeri. Kita ingin bagaimana memotong mata rantai ini," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Gubri juga menjelaskan bahwa sudah banyak tradisi Melayu Riau yang diakui bahkan oleh dunia melalui UNESCO. "Misalnya pantun, itu sudah diakui UNESCO sebagai warisan dunia. Ada juga Tanjak yang sudah diakui Kemendiknas sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Masih banyak yang lain," ulasnya.

Terkait gelar adat dari Keluarga Bangsawan Luhak Kepenuhan, Gubri berjanji akan menjaganya dengan baik. Gubri yang juga adalah keturunan Kerajaan Siak, berjanji tidak akan mengkhianati adat. "Bagi saya pribadi tidak mungkin berkhianat. Doakan saya agar bisa menjalankan amanah ini," ucapnya.

Namun Gubri juga meminta agar masalah adat jangan ditarik-tarik ke masalah politik, karena justru bisa menimbulkan perpecahan.(adv/sol)

NARASI: SOLEH SAPUTRA
FOTO: DISKOMINFOTIK RIAU

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

2 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

2 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

2 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

3 hari ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

3 hari ago