meski-15-ribu-lebih-terjangkit-iran-ogah-lockdown
TEHERAN (RIAUPOS.CO) – Setelah Cina, Iran dan Italia menjadi negara yang paling banyak terkena pandemi virus corona. Jumlah mereka yang terpapar dan korban jiwa yang meninggal sangat besar. Italia sudah memutuskan untuk melakukan isolasi wilayahnya, namun Iran memilih tidak.
Presiden Iran Hassan Rouhani menepis kemungkinan memberlakukan isolasi wilayah atau lockdown untuk melawan penyebaran virus corona di republik Islam tersebut.
"Kami sama sekali tidak memiliki rencana seperti karantina. Beredar rumor bahwa beberapa pekerjaan dan toko tertentu di Teheran atau sejumlah kota akan dikarantina. Itu tidak benar," tutur Rouhani sebagaimana dikutip oleh Press TV, Ahad (15/3/2020).
Sejauh ini ada 14.991 kasus dengan 853 kematian terkait virus corona di Iran. Jumlah ini terus bertambah setiap waktu.
Meski begitu, Rouhani tetap membebaskan warganya beraktivitas seperti biasa. Sementara pemerintah terus memberikan layanan sebagaimana biasanya.
"Namun demikian, kami berupaya semaksimal mungkin agar aktivitas ekonomi dan layanan pemerintah dilakukan dalam cara yang membuat orang-orang dapat berada di rumah lebih lama," imbuh Rouhani.
Sumber: Xinhua/Antara/JPNN
Editor: Hary B Koriun
Sebanyak 819 peserta siap ikut MTQ Riau 2026 di Kuansing. Persiapan venue, penginapan, dan kawasan…
PUPR Riau cepat perbaiki jalan amblas di Sudirman Pekanbaru. Enam ruas jalan sudah dibenahi, tiga…
Bangunan liar menjamur di jalan protokol Pekanbaru. Satpol PP segera lakukan penertiban karena ganggu drainase…
Wako Pekanbaru tinjau titik banjir dan temukan masalah drainase serta sampah. Pemko siap lakukan revitalisasi…
SPBU Inhu dorong penggunaan aplikasi XStar untuk BBM subsidi. Warga mengeluh, harga Pertalite di pelosok…
Bapenda Pekanbaru pasang stiker di hotel penunggak pajak di Jalan Sudirman. Sanksi tegas diberikan, izin…