Categories: Nasional

Kemenkes Lakukan Contact Trasing BKS

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pascapengumuman Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif coronavirus disease 2019 (Covid-19), menteri dan pejabat lain juga dilakukan contact trasing. Bahkan adabeberapa yang memeriksakan diri ke rumah sakit. Di sisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan agar masyarakat bekerja, sekolah, hingga beribadah di rumah agar tidak ada penularan Covid-19.

Budi diumumkan positif corona pada Sabtu malam (14/3) oleh Menteri Sekretaris Negara Partikno di RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Diketahui, Budi masih melakukan aktivitas kenegaraan terakhir pada empat hari lalu. Rabu (14/3) dia mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden dengan tema percepatan penyelesaian permasalahan pertanahan Sumatera Utara. Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang melakukan contact trasing atau penelusuran siapa saja yang pernah melakukan kontak dengan Budi. Yuri tidak menyebutkan siapa saja yang dilakukan contact trasing. Namun kemarin (15/3) diketahui beberapa menteri melakukan pemeriksaan di RSPAD.

"Teman-teman media juga perlu diedukasi, ada risiko dalam bekerja dan jangan dilanggar,"beber Achmad Yurianto kemarin di Istana Negara.

Setelah dilakukan contact trasing, maka akan dipisahkan mana yang positif dengan keluhan dan mana yang tanpa keluhan. Yuri menyarankan, bagi mereka yang tanpa keluhan maka bisa self isolated. Meski demikian, tetap dipantau tenaga kesehatan.

"Kalau dengan keluhan tentu ke RS. Kalau (hasil laboratorium, red) negatif kami sarankan self monitoring,"ujarnya.

Jumlah spesimen dan penderita Covid-19 di Tanah Air memang semakin banyak. Per kemarin pagi, jumlah kasus baru bertambah 21 orang. Dari kasus itu, 19 orang berada di Jakarta dan dua di antaranya di Jawa Tengah. Sehingga jumlahnya mencapai 117 kasus. Sedangan kasus sembuh bertambah.  "Tambah lagi sembilan dari ABK Diamond Princess," ungkapnya.

Ada juga tujuh orang yang pada pemeriksaan laboratorium menunjukan negatif. Namun sayangnya baru sekali pemeriksaan dan harus dilakukan pemeriksaan kedua. Jika pemeriksaan laboratorium kedua ini negatif, maka pasien tersebut dibolehkan pulang. Yuri optimis pada pekan ini akan lebih banyak pasien yang sudah sembuh.

Selanjutnya, untuk pencegahan penularan, Yuri meminta seluruh pihak bekerja sama. Tidak hanya unsur pemerintah namun juga swasta dan masyarakat sipil. Setelah menemukan kasus positif, maka Balitbangkes selaku laboratorium yang bisa menyatakan pasien postif Covid-19, akan melapor pada Yuri. Dia akan meneruskan ke daerah melalui dokter yang merawat. Nantinya, dokter yang merawat akan melapor pada dinas kesehatan. Dilanjutkan dinas kesehatan lapor kepada pemerintah daerah. Dokter juga harus menginformasikan kepada pasien untuk skenario perawatan.

"Kepala daerah diserahkan untuk mempublikasikan," ucap Yuri.

Namun untuk menyebutkan identitas kasus tidak diperkenankan. Pemda juga membuka informasi ini kepada masyarakat. Informasi yang diberikan kepada pemda juga digunakan untuk membuat kebijakan untuk pengendalian penyakit. Yuri mengingatkan agar kebijakan yang dikeluarkan pemda agar tidak memancing kepanikan. Lebih lanjut dia menegaskan bahwa yang dipantau adalah manusia yang berpotensi menularkan. Bukan wilayah administratif.  "Kita harus memahami kalau ini kasus penyakit menular. Artinya pendekatan komunitas," ungkapnya.

Untuk itu pemerintah melakukan contact trasing. Contact trasing dilakukan untuk melihat siapa saja yang berinteraksi dengan pasien positif dan berpotensi membawa virus. Dia mencontohkan salah satu kasus positif di Jawa Tengah yang ternyata memiliki contact trasing sampai ke Jakarta. "Contact tracing memungkinkan munculnya wilayah baru. Tidak menutup kemungkinan akan melebar," beber Yuri.

Sementara itu, bagi setiap individu, diharapkan mampu menahan diri. Kalau tidak perlu datang ke tempat yang ramai maka tidak perlu datang. "Komunikasi tidak harus ketemu," ujarnya.

Namun dia mengingatkan, adanya pemda yang memberikan kebijakan libur sekolah atau kantor yang memberlakukan bekerja di rumah, tidak boleh disalah artikan. Tidak lantas kesempatan "libur" tersebut malah digunakan untuk pergi ke tempat publik atau bertemu dengan orang.

Bagaimana persiapan daerah? Pemerintah pusat telah melatih labor dari balai teknik kesehatan lingkungan (BTKL) dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP). Di Indonesia ada 10 BTKL dan BBTKLPP. Tujuan dari pelatihan tersebut untuk menyamakan kualitas sumber daya manusia di daerah. Selain itu untuk mempercepat pemantauan laboratorium. Meski yang mendeklarasikan positif atau tidak tetap Balitbangkes.(lyn/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Satu Tahun Kepemimpinan, Agung Nugroho Dorong RT/RW Jadi Garda Terdepan

Wako Pekanbaru perkuat peran RT/RW, utang Rp470 miliar lunas dan pembangunan tetap berjalan jelang setahun…

14 jam ago

Tes Urine Mendadak di Telukkuantan, Tujuh Orang Positif Narkotika

BNNK Kuansing gelar razia jelang Ramadan 1447 H di Telukkuantan. Tujuh orang dinyatakan positif narkoba…

15 jam ago

Dua Bulan Tanpa Hujan, Bengkalis Mulai Kekurangan Air Bersih

Kemarau panjang sebabkan krisis air bersih di Bengkalis. Usaha galon dan laundry tutup, Perumda siapkan…

15 jam ago

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

2 hari ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

2 hari ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

2 hari ago