Categories: Nasional

Aceh Masuk Program Petani Milenial

BANDAACEH (RIAUPOS.CO) – Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Billy Mambrasar menyatakan Provinsi Aceh masuk dalam sepuluh provinsi di Tanah Air yang akan menjalankan program petani milenial dalam upaya mendukung program ketahanan pangan yang telah dicanangkan pemerintah.

“Aceh merupakan daerah potensial dan harus mendapat perhatian khusus seperti Papua. Jika ditanya daerah mana akan diintervensi untuk pengembangan petani milenial maka saya mengajukan yang paling utama adalah Aceh dan Papua. Ketika dua daerah paling ujung ini sejahtera maka provinsi lainnya juga akan sejahtera,” katanya di Banda Aceh, Selasa (16/2/2021).

Sepuluh provinsi yang masuk dalam program pengembangan petani milenial adalah Papua, Papua Barat, Jawa Barat, Bali, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Aceh.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela pertemuan dengan Wakil Rektor III Universitas Syiah Kuala (USK), Alfiansyah Yulianur dan Wakil Rektor II USK, Agussabti, di ruang rapat Senat USK, Banda Aceh dalam rangka pengembangan kerja sama petani milenial dengan perguruan tinggi.

Program petani milenial adalah sebuah program untuk membantu pemerintah mewujudkan 100 ribu petani muda yang berkualitas dan mampu mengembangkan pertanian baik di "on farm" maupun off farm guna mendukung ketahanan pangan di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk program tersebut pihaknya membagi empat klaster guna mengoptimalkan program tersebut sehingga target yang telah ditetapkan dapat berjalan maksimal sesuai dengan target yang telah disepakati dengan Kementerian Pertanian.

“Program ini juga bagian dari Kementerian Pertanian dan kita juga akan bersinergi dengan semua pihak termasuk dengan perguruan tinggi yang hari ini kita sambangi adalah USK,” katanya.

Di Indonesia ada 64 juta milenial yang akan menjadi mayoritas dan apabila bekerja maksimal sesuai  kemampuan dalam bidang pertanian khususnya akan mampu mempercepat lumbung pangan.

“Saya optimistis program ini akan berkembang di Aceh seperti daerah lainnya karena saya melihat minat anak-anak muda Aceh untuk mengembangkan sektor pertanian sangat tinggi,” katanya.

Wakil Rektor III USK, Alfiansyah Yulianur, menyambut baik tehradap program petani milenial tersebut dan pihaknya siap bekerja sama dan mengembangkan mahasiswa di perguruan tinggi tersebut untuk ikut serta dalam program tersebut.

“USK siap bekerja sama dan berkolaborasi untuk menyukseskan program petani melenial di Aceh,” katanya.

Sumber: News/Antara/JPG
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Lis Hafrida, Dosen Universitas Dumai yang Jadi Inspirasi Perempuan Dumai

Dosen Universitas Dumai, Lis Hafrida, raih penghargaan Tokoh Perempuan Pelopor Pendidikan 2026 pada momentum Hari…

11 jam ago

Pemkab Rohil Segera Terapkan Retribusi Air SPAM Durolis

Retribusi air SPAM Durolis di Rohil mulai diberlakukan Mei 2026 setelah sebelumnya gratis bagi ratusan…

12 jam ago

Razia PETI di Kampar, Polisi Amankan 6 Rakit di Sungai Singingi

Polisi razia PETI di Kampar Kiri dan menemukan 6 rakit tambang emas ilegal di Sungai…

12 jam ago

Fasilitas Baru Rusak, Halte TMP Pekanbaru Dipenuhi Coretan Tak Pantas

Halte Trans Metro Pekanbaru dipenuhi coretan vandalisme, warga keluhkan kenyamanan dan minta tindakan tegas dari…

13 jam ago

Adhi Prabowo Jabat Wakajati Riau, Kajati Tekankan Sinergi dan Transparansi

Adhi Prabowo resmi dilantik sebagai Wakajati Riau menggantikan Edi Handojo yang mendapat promosi ke Kejaksaan…

13 jam ago

Hasil Asesmen, Delapan JPTP Pemkab Inhu Akhirnya Dilantik

Sebanyak 8 pejabat tinggi pratama Pemkab Indragiri Hulu dilantik usai seleksi terbuka, dorong percepatan pembangunan…

13 jam ago