Categories: Nasional

Sejarah Baru Riau Dalam 10 Tahun Terakhir

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Nilai ekspor produk-produk asal Riau pada tahun ini berhasil mencatatkan angka yang mentereng. Dimana pertama dalam sejarah selama 10 tahun terakhir ini, nilai eksport Riau tembus pada angka angka $ US 2,2 Miliar.

"Sesuai laporan dari Kepala BPS Riau kepada saya, nilai ekspor Riau tembus pada angka angka $ US 2, 2 miliar. Dan ini menjadi catatan sejarah baru di Provinsi Riau dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini yang tak pernah menembus angka tersebut," kata Gubernur Riau Drs H Syamsuar M.Si, Rabu (15/9/2021).

Tak hanya itu yang membanggakan, sesuai laporan BPS kepada orang nomor satu di Bumi Langcang Kuning ini, untuk ekspor non migas juga pertama kali dalam sejarah menembus angka $US 2 M.

"Alhamdulillah, semoga kondisi perdagangan ini terus meningkat. Sehingga kita hanya memberi kontribusi bagi daerah tapi juga berkontribusi secara nasional," ungkap Syamsuar.

Naiknya nilai ekspor Riau ini, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Misfaruddin, berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan Agustus 2021 sebesar 47,31 persen atau $ US 2,2 miliar jika dibanding ekspor bulan Juli 2021 sebesar US$ 1,49 miliar.

Misfaruddin juga mengatakan, kenaikan ini disebabkan oleh naiknya ekspor non migas sebesar 61,98 persen, meskipun ekspor migas mengalami penurunan sebesar 55,87 persen.

Lalu, Ekspor non migas dari US$ 1,31 miliar pada bulan Juli 2021 naik menjadi US$ 2,11 miliar pada bulan Agustus 2021. Sebaliknya ekspor migas dari US$ 185,48 juta pada bulan Juli 2021 turun menjadi US$ 81,84 juta pada bulan Agustus 2021.

"Nilai ekspor Riau Agustus 2021 sebesar US$ 2,20 miliar, mengalami kenaikan 47,31 persen dibanding ekspor Juli 2021. Demikian juga ekspor non migas Agustus 2021 sebesar US$ 2,11 miliar, mengalami kenaikan sebesar 61,98 persen dibanding ekspor non migas Juli 2021. Kontribusi seluruh ekspor Riau terhadap nasional sebesar 10,25 persen," kata Misfaruddin.

Selama Januari-Agustus 2021, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 53,20 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor migas dan ekspor non migas masing-masing sebesar 438,90 persen dan sebesar 41,05 persen.

"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor minyak mentah dan ekspor industri pengolahan hasil minyak masing-masing sebesar 2.277,53 persen dan sebesar 25,17 persen," jelasnya. (adv)

Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

11 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

11 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

14 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

14 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

14 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

15 jam ago