ILUSTRASI
BATAM (RIAUPOS.CO) – Pemerintahan Negara Bagian Selangor di Malaysia meliburkan setidaknya 29 sekolah. Hal ini dikarenakan kualitas udara yang semakin tak sehat akibat polusi dari kabut asap yang menyerang Malaysia sejak seminggu terakhir.
Departemen Pendidikan Selangor mengatakan, total 29 sekolah di Klang dan Kuala Langat telah mulai diliburkan sejak Jumat lalu. Sehari sebelumnya, mereka juga telah menutup lima sekolah yang paling terdampak kabut asap. Lebih dari 45.000 siswa akan terpengaruh oleh penutupan ini.
Pemerintah negara bagian menyarankan masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan mereka dan tetap mengikuti informasi tentang kualitas udara yang disediakan pemerintah. ”Semua sekolah, taman kanak-kanak dan pembibitan diperintahkan ditutup segera ketika pembacaan API melebihi 200 setelah mendapatkan konfirmasi dari Departemen Lingkungan Selangor (DOE),” imbau Disdik Selangor.
Sementara itu, Ketua Komite Lingkungan Negara Bagian Selangor, Hee Loy Sian menyebutkan, indeks pencemar udara (API) di Selangor mencatat indeks kualitas udara berada pada angka 200 psi. Akibatnya, selain meliburkan 29 sekolah, mereka juga memutuskan untuk mengadakan operasi penyemaian awan untuk membuat hujan buatan.
”Kita berupaya untuk menstabilkan udara kembali. Saat ini sudah sangat berpolusi. Berada di kisaran sangat tidak sehat,” ungkap Hee Loy seperti dilansir dari Bernama, kemarin.
Dalam pernyataannya, Hee mengatakan komite manajemen bencana di tingkat kabupaten dan negara bagian diaktifkan ketika API mencatat indikator udara berada pada level 151 dan 200 psi selama lebih dari 24 jam. Selain itu, mereka juga akhirnya membagikan masker kepada seluruh masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
Akibat dari kejadian ini, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad telah mengirimkan nota keberatan kepada Indonesia terkait kabut asap lintas batas yang selalu terjadi setiap tahun ini. ”Kejadian ini selalu terjadi, terutama di bulan-bulan kering seperti sekarang ini,” jelasnya.
Selain kebakaran hutan di Indonesia, Sarawak di Malaysia juga mengalami kejadian serupa, serta beberapa titik kecil di Johor Bahru.
Sumber: Batampos.co.id
Editor: Edwir
Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…
Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…
BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…
Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke tiga kota Arab Saudi. Sebanyak 13 warga terluka…
Disdukcapil Pekanbaru mengingatkan warga waspada penipuan online yang mencatut nama petugas dan meminta data pribadi…
Polres Siak membongkar sindikat SIM palsu lintas wilayah. Delapan tersangka diamankan, 48 blangko SIM bekas…