Categories: Nasional

KSAD dan Wakapolri Sosialisasikan Obat Virus Corona

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Wakil Ketua Pelaksana I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), Jenderal Andika Perkasa mulai melakukan sosialiasi hasil uji klinis obat Covid-19. 

Setelah selesai melewati proses penelitan panjang, obat kombinasi tersebut telah siap diproduksi massal setelah surat izin edar dari BPOM keluar.

Dalam kegiatan tersebut, Jenderal Andika didampingi Wakil Ketua Pelaksana II Komite PCPEN Komjen Pol Gatot Eddy Pramono. Hadir juga Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid, Rektor Unair Mohammad Nasih, Sestama BIN Komjen Bambang Sunar Wibowo, Direktur Kimia Farma, Perwakilan BPOM dan unsur TNI-Polri.

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan, obat untuk pasien Covid-19 adalah kombinasi obat yang dikembangkan berdasarkan kinerja gabungan Universitas Airlangga, TNI AD, dan BIN. Kombinasi obat bersumber dari 3 jenis obat yang biasa diberikan kepada pasien Covid-19.

“Pencapaian hingga pada titik ditemukannya kombinasi obat yang baru ini telah berproses panjang sejak Maret 2020, serta sudah melalui tahapan uji klinis sebagaimana dipersyaratkan,” sambungnya.

Andika berharap penemuan ini bisa mempercepat penyembuhan pasien Covid-19. Selain itu bisa segera memutus mata rantai penularan dan penyebaran Covid-19.

Sementara itu Komjen Pol Gatot Eddy Pramono yang juga menjabat Wakapolri mengharapkan biaya perawatan dan pengobatan pasien Covid-19 bisa lebih murah melalui obat tersebut. Selain itu kepanikan masyarakat juga bisa diminimalkan.

“Sehingga muncul optimisme dan kepercayaan masyarakat bahwa bangsa Indonesia bangkit dan berproses pulih dari Covid-19,” kata Gatot kepada wartawan, Sabtu (15/8/2020).

Sebelumnya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, telah menyelesaikan penelitian obat baru untuk penanganan pasien Covid-19. Hasil penelitian tersebut dikatakan bakal menjadi obat Covid-19 pertama di dunia.

Penelitian tersebut dilakukan bersama TNI Angkatan Darat (AD), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polri. Obat tersebut hampir dipastikan akan menjadi obat pertama untuk penyakit Covid-19 di dunia. 

“Karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan bakal menjadi obat Covid-19 pertama di dunia,” kata Rektor Unair Mohammad Nasih dalam acara penyerahan hasil uji klinis fase 3 di Mabes AD, Jakarta, Sabtu (15/8).

Sumber: Jawapos.com
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tukang Ojek di Bengkalis Dibacok Penumpang, Kepala dan Tangan Terluka

Tukang ojek di Bengkalis dibacok penumpang menggunakan parang setelah mengantar ke Desa Kembung Baru. Korban…

10 jam ago

Prabowo Copot Purbaya dari Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Gantikan

Prabowo mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari Menteri Keuangan dan melantik Suahasil Nazara sebagai penggantinya pada…

11 jam ago

3.500 Pramuka Ikuti Apel Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru, Wako Dorong Aksi Nyata

Sekitar 3.500 Pramuka mengikuti Apel Hari Pramuka ke-65 di Pekanbaru. Wako Agung Nugroho mendorong aksi…

11 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru Tebal, Citilink QG936 Sempat Berputar Sebelum Mendarat

Kabut asap di Pekanbaru membuat jarak pandang hanya 1.600 meter. Citilink QG936 sempat holding sebelum…

12 jam ago

Dugaan Korupsi Anggaran Kendaraan Dinas Meranti, Ketua DPRD Minta Hormati Proses Hukum

Ketua DPRD Kepulauan Meranti meminta semua pihak menghormati proses hukum Kejari terkait dugaan korupsi anggaran…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Series Hari Kedua Sajikan Delapan Pertandingan

HSBL 2026 Pekanbaru Series memasuki hari kedua dengan delapan pertandingan di GOR Tribuana, termasuk laga…

1 hari ago