Categories: Nasional

Artis Senior Widyawati Nyaris Buta karena Katarak

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Artis senior Widyawati nyaris buta. Gara-garanya penyakit katarak yang diderita istri mendiang Sophan Sophiaan itu sudah termasuk parah. Penyakit katarak di mata kanan yang sudah dideritanya sejak 15 tahun lalu itu, sangat menggangu aktivitas Widyawati. Dia mengaku pernah berobat ke dokter tapi masih merasa buram.

’’Karena sudah sangat mengganggu, saya konsultasi dengan Dokter Ricky, spesialis mata di Klinik Mata Nusantara (KMN) EyeCare. Jawabannya harus segera dioperasi, kalau dilama-lamain bisa menyebabkan kebutaan,’’ kata Widyawati usai melakukan operasi pascaoperasi katarak di KMN EyeCare Jakarta, Senin (15/7/2019).

Awalnya, Widyawati sempat takut sebelum menjalani operasi katarak karena menyangkut mata. Setelah berunding dengan anak-anaknya, Widyawati akhirnya dioperasi. ’’Waktu operasi hanya 7-15 menit. Saya sampai kaget kok cepat banget dan tidak ada sayatan panjang yang harus dijahit sampai 7 cm. Semuanya sangat cepat dan simpel,’’ ujarnya.

Setelah operasi, perempuan kelahiran 12 Juli 1950 ini kaget karena melihat banyaknya kerutan di wajahnya. Dulunya saat masih katarak, pandangan mata Widyawati buram, tidak bisa melihat jelas. Padahal di kamarnya ada kaca pembesar dan kaca rias.  

’’Bener saya enggak bohong. Begitu saya selesai operasi katarak, saya seperti reborn. Semuanya terang dan saya kaget wajah saya kok banyak kerutan. Saya jadi menyesal kenapa enggak dari dulu-dulu operasi,’’ selorohnya.

Pada kesempatan tersebut Dokter Ricky mengatakan, semua orang pasti akan menderita katarak. Katarak adalah proses terjadinya kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan fungsi penglihatan. Biasanya terjadi pada orang-orang berusia di atas 40 tahun atau paruh baya.

Dijelaskan, katarak yang terjadi seiring bertambahnya usia tersebut merupakan bagian dari proses penuaan. Sama halnya rambut yang menjadi putih seiring lanjutnya usia. Katarak tidak bisa dihindari dan pasti terjadi di hidup semua orang yang semakin tua.

’’Yang sering jadi masalah adalah ketika lensa yang sudah mengeruh tersebut dibiarkan begitu saja. Jika terjadi terlalu lama, katarak bisa semakin mengeras dan bisa mengakibatkan kebutaan,’’ katanya.(esy)

Sumber: JPNN.com
Editor: Fopin A Sinaga

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

14 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

14 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

17 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

17 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

17 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

18 jam ago