Categories: Nasional

Giliran Gubernur Jabar Umumkan Tujuh Warganya Positif Corona

BANDUNG (RIAUPOS.CO) — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, hingga saat ini jumlah pasien positif  corona di Jabar berjumlah tujuh orang. Sstatus pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19 ada 28 orang dan 54 PDP dinyatakan negatif.

Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan, hingga Ahad pukul 09.30 WIB, orang dalam pemantauan (ODP) terkait Covid-19 di Jabar berjumlah 706 orang, 448 orang di antaranya masih dalam tahap pemantauan dan 258 orang telah selesai melakukan isolasi pribadi.

Ridwan menjelaskan, Pemprov Jawa Barat sedang mengembangkan aplikasi khusus berbasis android dan ios penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Nantinya, masyarakat bisa melapor apabila mengalami atau menemukan orang terdekat dengan gejala Covid-19. "Salah satu yang sedang kami kembangkan adalah membuat aplikasi terkait Covid-19 di Jawa Barat," kata Kang Emil seperti di lansir dari Antara pada Ahad (15/3).

"Jadi, nanti kalau sudah selesai aplikasinya bisa di-download. Warga yang menemukan informasi tinggal sampaikan via HP-nya tanpa harus menelepon atau ngecek website. Kemudian juga blasting informasi dari kami harian, update, sebaran, itu akan ada di aplikasi Covid-19 Jawa Barat ini," tambah Kang Emil.

Kang Emil menuturkan, aplikasi tersebut menjadi bukti bahwa Pemprov Jabar transparan dalam melaporkan kondisi Covid-19.  Pihaknya berharap aplikasi itu segera selesai. Tim Jabar Digital Service (JDS) sedang membangun aps-nya. "Jadi, warga tidak perlu khawatir. Memang berita-berita banyak hal yang meresahkan, tapi kami sangat optimistis dengan pola cepat tanggap, proaktif, responsif dengan teknologi dan koordinasi melalui satu pintu (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar atau Pikobar) ini, Jawa Barat bisa mengendalikan dengan cara yang sebaik-baiknya," ujar Kang Emil.

Untuk mencegah penularan Covid-19, Kang Emil juga mendorong masyarakat untuk melakukan tes proaktif. Terutama bagi warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif atau telah bepergian dari negara terjangkit Covid-19. Untuk mencegah penularan yang lebih luas lagi, Pemprov Jabar melakukan penelusuran.

"Saya juga mengeluarkan surat edaran peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19 kepada seluruh OPD. Penyelenggaraan yang berdampak pada pengumpulan massa juga studi banding dalam maupun ke luar negeri, seminar, dan kegiatan sejenis lain supaya ditunda," kata Kang Emil.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Lewati Pembahasan Panjang, APBD Inhil Tahun 2026 Disepakati Rp2,05 Triliun

Setelah pembahasan panjang, DPRD Inhil resmi mengesahkan APBD Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,05 triliun dalam…

12 jam ago

Anthracite Bicycle Community Sawahlunto Kirim Lima Goweser ke Riau Pos Fun Bike 2026

Komunitas Anthracite Bicycle Community Sawahlunto memastikan keikutsertaan lima goweser dalam ajang Riau Pos Fun Bike…

13 jam ago

Harga Bahan Pokok di Pasar Selasa Tuah Karya Terpantau Menurun

Harga cabai dan bawang di Pasar Selasa Tuah Karya Panam terpantau menurun. Pedagang menyebut fluktuasi…

2 hari ago

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

3 hari ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

3 hari ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

3 hari ago