Categories: Nasional

Setelah Italia, Akhirnya Spanyol Locked Down Juga

MADRID (RIAUPOS.CO) – Spanyol mengumumkan status mengisolasi negaranya (locked down) dengan 47 juta penduduknya, Sabtu (14/3). Status keadaan darurat itu berlaku selama 15 hari untuk memerangi epidemi Coronavirus. Spanyol merupakan  negara kedua yang terkena dampak terburuk di Eropa setelah Italia.

Dilansir dari Straitstimes, Ahad (15/3), semua warga Spanyol harus tinggal di rumah kecuali untuk membeli makanan, obat-obatan, pergi bekerja atau ke rumah sakit atau untuk keadaan darurat. Bar, restoran, dan toko yang menjual apa pun kecuali makanan dan bahan pokok lainnya harus ditutup.

Semua kegiatan rekreasi dan olahraga juga harus ditutup. Termasuk bioskop, teater, kolam renang atau lapangan sepak bola.

Perdana Menteri Pedro Sanchez dalam pidato yang disiarkan secara nasional menegaskan status locked down tersebut. Tak lama setelah pengumuman, pemerintah mengatakan istri Sanchez, Begona Gomez, juga dinyatakan positif terkena virus Korona.

Spanyol mencatat 193 kematian akibat virus Korona. Sejauh ini ada 6.250 kasus positif seperti dilaporkan TVE. Sekolah ditutup di seluruh Spanyol.

Pemerintah diperkirakan akan mengumumkan langkah-langkah lebih lanjut untuk mengurangi dampak ekonomi dan sosial dari krisis, dengan bantuan untuk perusahaan dan pekerja.

Transportasi domestik juga akan dibatasi mulai hari Senin (16/3).  Operator penerbangan, kereta api dan kapal diperintahkan untuk memangkas layanan. Bus kota dan metro masih akan berfungsi penuh dan penerbangan internasional tidak terpengaruh.

Kantor bekerja dari jarak jauh dan sebagian besar proses peradilan ditunda. Sanchez mengatakan langkah-langkah itu akan berdampak besar pada warga dan bisnis. Akan tetapi pemerintah berjanji akan mengurangi dampak itu.

“Saya ingin memberi tahu para pekerja, wiraswasta, dan bisnis bahwa pemerintah Spanyol akan melakukan segala daya untuk meredam dampak krisis ini,” katanya.

Keputusan belum memperkirakan menutup perbatasan. Kementerian Dalam Negeri Spanyol akan mengendalikan semua pasukan polisi, termasuk yang lokal dan regional, di bawah situasi darurat selama 15 hari. Dan angkatan bersenjata akan siaga untuk membantu jika diperlukan.

Sebelumnya, pada Jumat (13/3), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Eropa telah menjadi pusat pandemi Coronavirus.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Layanan Pengaduan SPMB Dibuka

Pemko Pekanbaru membuka layanan pengaduan dan jalur pemenuhan kuota SPMB SMP 2026 agar seluruh anak…

8 jam ago

PKL Kembali Menjamur di Sekitar Jembatan Siak IV, Satpol PP Pastikan Penertiban Berlanjut

PKL kembali bermunculan di Jalan Sudirman Ujung dekat Jembatan Siak IV. Satpol PP Pekanbaru menegaskan…

9 jam ago

BBM Langka di Pulau Bengkalis, Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu per Liter

Kelangkaan BBM di Pulau Bengkalis membuat warga kesulitan beraktivitas. Antrean panjang terjadi di SPBU, sementara…

12 jam ago

Tak Seramai Tahun Lalu, Animo Pengunjung Festival Bakar Tongkang Rohil Berkurang

Festival Bakar Tongkang 2026 di Bagansiapiapi berlangsung lancar, namun jumlah pengunjung menurun. Tiang tongkang roboh…

1 hari ago

Pendaftaran SPMB SD Pekanbaru Ditutup Hari Ini, Pengumuman Dijadwalkan 3 Juli

Hari terakhir pendaftaran SPMB SD Negeri Pekanbaru diwarnai kedatangan wali murid ke sekolah untuk memastikan…

1 hari ago

Plt Bupati Kuansing Muklisin Imbau ASN Tetap Profesional dan Jaga Pelayanan Publik

Plt Bupati Kuansing Muklisin mengeluarkan enam poin imbauan kepada OPD, meminta ASN tetap bekerja profesional…

2 hari ago