Categories: Nasional

Merdeka Belajar Jadi Teriakan Revolusi Pendidikan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Merdeka Belajar menjadi suatu teriakan revolusi dari Sabang sampai Merauke untuk pendidikan Indonesia yang makin berkualitas.

"Kita ingin esensi dan cepat dari filosofi Ki Hadjar Dewantara itu diterapkan dan dimiliki bersama. Bukan hanya pada unit-unit pendidikan dari Sabang sampai Merauke, tapi dari masyarakat, semua orang tua mengerti esensi dari apa yang dimaksudkan Ki Hadjar Dewantara mengenai Merdeka Belajar," kata Mendikbud Nadiem dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (14/8), seperti dikutip dari Antara.

Mendikbud Nadiem mengatakan di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, memang sulit dan menjadi suatu tantangan yang luar biasa untuk mewujudkan Merdeka Belajar.

Walaupun demikian, berbagai upaya dilakukan pemerintah agar pendidikan tetap berjalan optimal meski harus dalam pembelajaran jarak jauh, di antaranya terkait saluran penyiaran untuk mendukung kegiatan pendidikan dalam jaringan, kurikulum darurat, anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) "dimerdekakan" agar bisa digunakan untuk pulsa belajar siswa dan membeli alat untuk pendidikan jarak jauh, serta untuk persiapan protokol kesehatan.

"Dengan modul kurikulum yang telah kita buat ini bisa menjadi suatu kemerdekaan bagi orang tua yang sekarang, apalagi yang SD, untuk bisa mengimplementasikan berbagai macam modul di dalam rumahnya sendiri," ujarnya.

Mendikbud mengatakan kemerdekaan dapat dimaknai saat melakukan debirokratisasi di sistem pendidikan dan perguruan tinggi, saat memberikan kebebasan pada perguruan tinggi memilih spesialisasi yang diinginkan, saat membiarkan mahasiswa memanfaatkan satu tahun dari periode belajar reguler empat tahun untuk keluar dari kampus guna mencari pengalaman di dunia industri, di dunia nonprofit, serta melakukan program pertukaran ke tempat lain.

Kemerdekaan juga berarti saat memberikan berbagai macam fleksibilitas di kurikulum, sehingga anak-anak yang ketertinggalan masih bisa mengikuti kurikulum sesuai dengan kompetensi levelnya masing-masing.

Kemerdekaan adalah saat setiap guru diberikan hak untuk memasukkan kearifan lokal. Menurut Mendikbud Nadiem, yang terpenting adalah kemerdekaan pemikiran agar anak-anak bangsa bisa berpikir secara merdeka dan tidak terjajah oleh pemikiran sempit, hoaks dan opini-opini yang tidak bertanggung jawab.

"Kemerdekaan itu adalah esensi dari merdeka belajar dan karena itu harus kita gaungkan filosofi ini dari Sabang sampai Merauke," tuturnya.

Mendikbud Nadiem menuturkan saat ini memang belum bisa dikatakan sudah "merdeka belajar". Oleh karena itu, Merdeka Belajar digaungkan untuk memerdekakan otak anak-anak penerus bangsa, memerdekakan kesempatan ekonomi mereka pada saat mereka sudah keluar dari sekolah dan masuk ke dunia pekerjaan, memerdekakan guru untuk bisa menentukan apa yang terbaik bagi level kompetensi dan minat dari anak-anaknya, serta memerdekakan institusi-institusi pendidikan untuk berinovasi dan mencoba hal-hal yang baru.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kementerian Agama Gandeng BPJS Lindungi Dai 3T di Riau

Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…

13 jam ago

Agung Nugroho Targetkan 5.000 Warga Ramaikan Petang Belimau

Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…

13 jam ago

Pemuda Padel Hadirkan Lapangan Super Panoramik di Pekanbaru

Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…

14 jam ago

Imlek 2026, JNE Hadirkan Barongsai dan Banjir Promo hingga 77 Persen

JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…

14 jam ago

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026, Touring Seru Plus Edukasi Safety

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…

14 jam ago

Jantung hingga Kanker, Biaya Penyakit Kronis Tembus Rp50 Triliun

BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.

14 jam ago