Categories: Nasional

Kasus Covid-19 Meningkat Tajam dalam Sepekan Terakhir

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pertambahan kasus baru Covid-19 dalam sepekan terakhir cukup membuat cemas. Sebab pertambahan kasus setiap harinya di angka 400-an, 500-an, hingga kemarin yang tertinggi yakni 689 pada Rabu (13/5). Hari ini saja, Kamis (14/5) bertambah 568 kasus baru per hari. Jumlah kasus baru akan terus bertambah seiring jumlah pengujian spesimen yang terus digenjot.

Sudah 173.609 spesimen yang diperiksa swabnya. Otomatis angka kasus baru akan terus meningkat.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan, saat ini wilayah-wilayah terjauh dan terpencil sudah bisa dijangkau akses pemeriksaan dengan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan memodifikasi mesin TB-TCM menggunakan catridge. Sehingga Yurianto mengungkapkan jumlah kasus baru pasti akan terus bertambah karena daerah terpencil kini bisa melakukan pemeriksaan.

"Kami pilih yang punya jarak yang cukup jauh dari fasilitas yang mampu memeriksakan real time PCR. Antara Yapen, Nabire, Timika, Mimika, Merauke, Nias dan sebagainya. Karena wilayah ini jauh aksesnya kalau spesimennya harus dikirim," papar Yurianto dalam konferensi pers, Kamis (14/5).

Kemudian tak heran mengapa jumlah sebaran kasus baru semakin banyak. Kini daerah-daerah sudah bisa memeriksa spesimen secara mandiri. Maka jumlah kasus baru akan terus meningkat.

"Kasus baru akan meningkat dengan tajam. Contoh, Sulawesi Tengah terjadi kenaikan tajam dalam sehari 91 orang. Ini karena spesimen yang semua awalnya harus dikirim ke Makassar, sekarang bisa diperiksa di tempat. Akumulasi ini sebelumnya ada keterbatasan penerbangan spesimen. Sekarang semua sudah bisa diperiksa seluruhnya oleh daerah setempat," ujar Yurianto.

Karena semakin banyaknya jumlah kasus positif, maka Yurianto meminta masyarakat agar berkomitmen bukan hanya menghindari kerumunan. Akan tetap,  patuh untuk juga tidak menciptakan kerumunan di lingkungan masing-masing.

"Membudayakan untuk jaga jarak fisik saat kontak sosial. Ini penting agar tak kumpul berdekatan. Kalau kita bisa bangun bersama di masa depan kita tak akan dapatkan lagi kerumunan, tak lagi berdesakkan pada transportasi massal, sehingga kita bisa atur dengan baik," tegasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

51 Peserta Daftar Calon Pimpinan Baznas Riau Periode 2026–2031, Ini Tahapan Seleksinya

Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…

2 jam ago

Rida K Liamsi Disebut Terima Gaji Rp200 Juta, Ini Kesaksian Dirut Riau Pos

Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…

3 jam ago

115 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Indragiri Hulu Tertinggi dan Udara Pekanbaru Tidak Sehat

BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…

3 jam ago

Houthi Serang Tiga Kota Arab Saudi dengan Rudal dan Drone, 13 Warga Terluka

Houthi melancarkan serangan rudal dan drone ke tiga kota Arab Saudi. Sebanyak 13 warga terluka…

3 jam ago

Disdukcapil Pekanbaru Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Petugas

Disdukcapil Pekanbaru mengingatkan warga waspada penipuan online yang mencatut nama petugas dan meminta data pribadi…

3 jam ago

Sindikat SIM Palsu di Siak-Pekanbaru Terbongkar, 8 Tersangka Diamankan

Polres Siak membongkar sindikat SIM palsu lintas wilayah. Delapan tersangka diamankan, 48 blangko SIM bekas…

6 jam ago