Categories: Nasional

Ingat! Batasi Konsumsi Garam, Cukup Satu Sendok Teh per Hari

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Garam memang memegang peran penting dalam memberikan rasa pada makanan. Tak hanya itu, ia juga bisa berperan sebagai pengawet makanan. Namun, konsumsinya harus diperhatikan betul.

”Jangan terlalu banyak, tetapi juga tidak boleh kekurangan,” ucap pakar diet dan gizi klinik dr Johanes Casay Chandrawinata SpGK MND.

Konsumsi garam yang berlebihan dikaitkan erat dengan hipertensi. Asupan garam berlebihan dalam jangka panjang bisa menyebabkan tingginya tekanan pada arteri. Dampaknya, otot-otot jantung jadi lebih besar karena harus melawan tekanan tinggi di arteri. Akhirnya bisa timbul disfungsi sistolik dan distolik.

Di dalam pembuluh darah, asupan garam berlebihan bisa menimbulkan penebalan. ”Elastisitas pembuluh darah kemudian berkurang,” jelasnya dalam sesi Ajinomoto Media Appreciation Day beberapa waktu lalu. Tekanan darah tinggi yang tidak segera ditangani bisa mengakibatkan komplikasi. Johanes mengatakan, hipertensi yang tak terkendali bisa menimbulkan komplikasi gagal ginjal.

Karena itu, penting menjaga konsumsi garam sesuai batasnya. Johanes menjelaskan, batasan yang tepat adalah 5 gram per hari atau setara satu sendok teh. Kandungan tersebut sudah mencakup di semua menu makanan dan snack yang dikonsumsi.

Meski konsumsi garam cukup berdampak pada hipertensi, masih banyak pula faktor yang memengaruhi hipertensi. ”Tekanan darah tinggi ini sistemis sehingga faktornya bukan hanya makanan,” jelas dr Gunawan Yoga SpJP.

Orang dengan diabetes memiliki kemungkinan lebih besar terkena hipertensi. Begitu juga dengan masalah pada ginjal, kolesterol tinggi, atau kelainan hormon.

Faktor keturunan, usia, dan jenis kelamin juga memengaruhi hipertensi. Gunawan menjelaskan, pada perempuan ada hormon estrogen yang menjaga tubuh dari hipertensi. ”Saat memasuki menopause, produksi hormon berubah sehingga risiko hipertensi jadi lebih tinggi,” paparnya.

Gunawan mengatakan, hipertensi memang patut diwaspadai. Sebab, gejala yang dialami tidak kentara. ”Kita sebut silent symptom. Jadi, baru bergejala saat sudah ada komplikasi,” tegas Gunawan. Pada kejadian insidental, hipertensi baru terlihat dari hasil pemeriksaan untuk kondisi kesehatan yang lain.

Pasien harus segera ditangani untuk mengontrol tekanan darah. Salah satunya, pembatasan konsumsi garam. Pembatasan dilakukan sesuai dengan gaya hidup pasien. ”Jadi cukup bervariasi, ada yang dibatasi hanya 1,5 gram per hari,” jelasnya. Ada pula yang sampai 3,4 gram atau 4 gram. 

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Seleksi Komisaris PT BLJ Resmi Dibuka, Ini Pesan Pemkab Bengkalis kepada Peserta

Pemkab Bengkalis membuka seleksi Komisaris PT BLJ. Empat peserta mengikuti serangkaian uji kelayakan dan kepatutan…

19 jam ago

BPBD Catat 20 Bangunan Terdampak Abrasi di Kuala Enok dalam Tiga Hari

Abrasi yang melanda Kuala Enok selama tiga hari merusak 20 bangunan dan fasilitas umum. Kerugian…

19 jam ago

Jadi Saksi di Sidang Korupsi Abdul Wahid, UAS Ungkap Fakta di Balik Pilgub Riau

Kesaksian UAS di sidang Abdul Wahid mengungkap perjalanan politik, dukungan Pilgub Riau, hingga konflik kepemimpinan…

21 jam ago

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya ke Ruang Kreatif

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim hadirkan karya seni yang…

2 hari ago

PLN UIP Sumbagteng Gelar Fun Walk di Bukittinggi, Perkuat Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat

PLN UIP Sumbagteng menggelar Fun Walk dalam Wellbeing Day di Bukittinggi untuk memperkuat kesehatan, sinergi,…

2 hari ago

Senat Unri Sahkan Delapan Bakal Calon Rektor, Tahapan Penentuan Tiga Kandidat Segera Digelar

Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…

2 hari ago