Categories: Nasional

Pencabulan Meningkat Saat Pandemi

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Di tengah pandemi Covid-19, kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengalami peningkatan. Para pelaku pencabulan dan kekerasan terhadap anak perempuan berusia di bawah umur, banyak dilakukan orang terdekat korban, seperti ayah kandung, ayah tiri dan tetangga korban.

Meningkatnya kasus pencabulan anak bawah umur di daerah yang dijuluki Negeri Seribu Suluk, banyak faktor. Salah satunya, setahun terakhir, anak-anak tidak lagi mengikuti proses belajar mengajar tatap muka di sekolah, tapi hanya melalui daring atau online. Selain juga dipicu faktor ekonomi, dan kurangnya perhatian dari orang tua terhadap anak dan menanamkan keagamaan di tengah keluarga.

Berdasarkan data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Rohul, kasus pencabulan dan kekerasan terhadap korban, dengan usia dibawah umur pada tahun 2018 tercatat 15 kasus, tahun 2019 tercatat sesuai laporan sekitar 13 kasus. Kemudian pada tahun 2020, kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak bawah umur meningkat sekitar 28 kasus. Sementara pada Januari hingga Maret 2021, tercatat ada sekitar 8 kasus.

Menyikapi peningkatkan Kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut, membuat Kepala Dinsos P3A Rohul Hj Sri Mulyati SSos MSi prihatin. Karena dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kasus pencabulan dan kekerasan anak di bawah umur di Kabupaten Rohul mengalami peningkatan ditengah kondisi pandemi Covid- 19. Dimana peserta didik berdiam di rumah, mengikuti proses belajar mengajar secara daring dengan majelis guru, tanpa tatap muka di sekolah.

‘’Kita sangat prihatin, kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak bawah umur ini semakin meningkat di Rohul di tengah pandemi Covid- 19. Terutama kasus pencabulan dan penganiayaan. Tentunya ini menjadi tugas bersama, terutama para orang tua untuk dapat mengawasi anaknya dalam melakukan aktifitas di rumah dan diluar,’’ ungkap Kepala Dinsos P3A Rohul Hj Sri Mulyati SSos MSi kepada wartawan, Jumat (12/3).

Diakuinya kasus pencabulan anak bawah umur, sebagian besar pelaku dan korban punya hubungan kekeluargaan, atau merupakan orang terdekat korban, baik itu paman, ayah tiri, ayah kandung dan tetangga korban. Dengan modus pelaku, rata-rata diiming-imingi diberi uang jajan dan bujuk rayu kepada korban.(epp)

Upaya dalam menekan kasus pencabulan dan kekerasan anak di bawah umur, Sri Mulyati menyatakan, solusinya adalah mengaktifkan kembali proses belajar tatap muka disekolah, tentunya tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes) Covid- 19. Karena, dengan diaktifkan pembelajaran tatap muka di sekolah berharap, hal itu dapat mengurangi kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak usia di bawah umur. Disamping perlu pengawasan dari kedua orang tua terhadap aktifitas kegiatan anaknya di rumah dan di luar.

Mantan Asisten III Setda Rohul itu menjelaskan, guna membantu para korban pencabulan dan kekerasan, Dinsos P3A Rohul melakukan pendampingan dan  memberikan pelayanan psikologis ke korban, bekerjasama dengan Dinsos Provinsi Riau. Guna menghilangkan trauma dan rasa ketakutan yang dialami korban atas peristiwa yang dialaminya.

Dia mengimbau seluruh tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan agar tidak sungkan melaporkan ke kepolisian terdekat, jika ada kasus tipu daya sehingga terjadinya pencabulan kepada korban dibawah umur yang dilakukan orang dewasa. ‘’Sekecil apapun dugaan tindak pidana cabul, agar dilaporkan ke kepolisian terdekat dan Kantor Dinsos P3A Rohul,’’ katanya.(epp)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Seleksi Komisaris PT BLJ Resmi Dibuka, Ini Pesan Pemkab Bengkalis kepada Peserta

Pemkab Bengkalis membuka seleksi Komisaris PT BLJ. Empat peserta mengikuti serangkaian uji kelayakan dan kepatutan…

10 jam ago

BPBD Catat 20 Bangunan Terdampak Abrasi di Kuala Enok dalam Tiga Hari

Abrasi yang melanda Kuala Enok selama tiga hari merusak 20 bangunan dan fasilitas umum. Kerugian…

11 jam ago

Jadi Saksi di Sidang Korupsi Abdul Wahid, UAS Ungkap Fakta di Balik Pilgub Riau

Kesaksian UAS di sidang Abdul Wahid mengungkap perjalanan politik, dukungan Pilgub Riau, hingga konflik kepemimpinan…

12 jam ago

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning Resmi Dibuka, Angkat Warisan Budaya ke Ruang Kreatif

Pameran Khat Melayu dan Re-Imaji Lancang Kuning di Galeri Hang Nadim hadirkan karya seni yang…

1 hari ago

PLN UIP Sumbagteng Gelar Fun Walk di Bukittinggi, Perkuat Kebersamaan dan Budaya Hidup Sehat

PLN UIP Sumbagteng menggelar Fun Walk dalam Wellbeing Day di Bukittinggi untuk memperkuat kesehatan, sinergi,…

1 hari ago

Senat Unri Sahkan Delapan Bakal Calon Rektor, Tahapan Penentuan Tiga Kandidat Segera Digelar

Senat Universitas Riau menetapkan delapan bakal calon rektor periode 2026-2030. Tahap penyaringan dan penetapan tiga…

1 hari ago