celana
Suatu hati Lidia membeli celana di toko online. Ia memilih celana model terbaru yang sesuai dengan seleranya. Ia pun memilih-milih dan melihat komentar-komentar yang ditinggalkan pembeli.
Ia cukup yakin dengan pilihannya. Terlebih para konsumen kebanyakan memberikan bintang lima dan komentar positif untuk produk tersebut.
Beberapa hari kemudian, celana yang dipesan Lidia sudah sampai. Ia segera membuka paket dan mencoba celana tersebut. Namun sayang celana yang ia pilih kekecilan.
Kendati demikian, Lidia tak menyerah, ia kembali memesan dengan ukuran yang lebih besar di toko yang sama. Ia yakin kali ini pilihannya tepat. Ia membeli di toko yang sama terlebih setelah melihat kualitas celana yang telah datang meskipun kekecilan.
Setelah berlalu beberapa hari paket Lidia kembali sampai. Ia segera membuka paketnya dengam gembira. Namun, ia kembali menelan kekecewaan karena celana yang dipesan kebesaran.
"Alamak…! Kemarin kekecilan, sekarang kebesaran," ucap Lidia bergegas menuju tukang jahit terdekat untuk mengecilkan celananya.
"Besok-besok beli langsung di toko deh. Kalau kayak gini jadinya kan nombok," imbuhnya.(anf)
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…
Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…
Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…
DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…
Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…