Agnez Mo yang mengenakan sentuhan batik saat turun dari panggung usai menyanyikan lagu Pernikahan Dini dan Tak Ada Logika di sebuah acara di bilangan Kebon Jeruk, Jakarts Barat, Kamis (12/12). (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Agnez Mo menyatakan kecintaannya pada budaya Indonesia. Pernyataan itu seolah hendak mematahkan asumsi orang-orang yang berpikiran picik terhadapnya dengan menyebut Agnez tidak cinta Indonesia, setelah sempat heboh wawancaranya soal ‘darah Indonesia’.
Di hadapan para penonton di Studio RCTI, Agnez mengungkapkan kecintaannya pada Indonesia. Bukan isapan jempol belaka. Perempuan kelahiran Jakarta, 1 Juli 1986 ini menunjukkannya dengan kerap mengenakan kostum motif batik dalam setiap aksi panggungnya, khususnya di luar negeri.
Kesukaan Agnez Mo mengenakan kostum motif batik atau pakaian khas Indonesia bukan baru-baru ini saja. Kata Agnez, dia sudah melakukan hal itu sejak awal menginjakkan kaki ke Los Angeles, Amerika Serikat, sekitar 2010 silam. Dia pun memperlihatkan kecintaan pada negerinya bukan hanya lewat kata-kata, tapi melalui tindakan nyata.
“Sebenarnya sih dari dulu aku suka banget masukin unsur-unsur (budaya) Indonesia ke dalam performance aku. Dari tahun 2010-2011 pada saat saya pertama kali terbang ke LA, saya masukinya tilenya, batiknya. Tapi memang modelnya sedikit unconditional,” ungkap Agnez Mo.
Lebih lanjut diungkapkan Agnez, karena kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam dalam corak batik dan lain-lain, maka sudah sepantasnya Indonesia disebut beragam dalam hal budaya. Sehingga semboyan Bhineka Tunggal Ika pun dari awal negeri ini didirikan dijadikan pengikat kebangsaan kita.
“Budayanya itu budaya yang rich, yang rich akan culture. Bukan budaya ngomongin orang, bukan budaya julid, bukan budaya nyinyirin orang,” tutur Agnez Mo seolah memberi sindiran keras pada barisan haters yang kerjanya hanya mencari-cari kejelakan orang.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…