Mahfud MD. Foto: M. Fathra Nazrul Islam/JPNN.com
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam Mahfud MD menolak anggapan bahwa pemerintah bersama aparat penegak hukum kecolongan sehingga terjadi aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11).
"Enggak lah. Memang teroris itu selalu nyolong," ucap Mahfud ditemui setelah menghadiri Rakornas Indonesia Maju di SICC, Jawa Barat, Rabu. (13/11).
Menurut Mahfud, narasi tentang kecolongan ketika terjadi serangan teroris, kental muatan politik. Dia pun lebih menekankan pada penindakan hukum setelah kejadian ledakan bom.
"Istilah kecolongan lalu dipolitisasi lagi. Pokoknya ditindak," lanjut dia.
Dia menekankan sistem pencegahan sudah dilaksanakan maksimal oleh aparat penegak hukum. Tanpa pencegahan, kejadian serangan teroris lebih banyak ketimbang yang terjadi saat ini.
"Pencegahan sudah kami lakukan. Ada intelijen, informasi. Kalau tak ada pencegahan, makin banyak kayak begini (serangan teroris di Polrestabes Medan)," kata dia.(mg10/jpnn)
Sumber: Jpnn.com
Editor: Erizal
Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026
Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…
Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…
Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…
SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…
Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…