Categories: Nasional

Bakal Bertemu MBS di Arab Saudi, Joe Biden seperti Telan Ludah Sendiri

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) – Pernah mengritik Arab Saudi sebagai “negara paria” lantaran pembunuhan jurnalis AS, Jamal Khashoggi, Presiden AS Joe Biden, kini mempersiapkan lawatan pertamanya ke negeri kerajaan itu. Dia dijadwalkan akan tiba di Israel pada Rabu (13/7), sebelum bertolak ke Jeddah pada Jumat (15/7). Di kedua negara, Biden diagendakan membahas isu keamanan dan perdagangan senjata.

Sebagai kandidat Presiden, Biden pada 2018 sempat mengecam Riyadh atas pembunuhan Khashoggi yang diundang ke gedung konsulat Saudi di Turki, sebelum dibunuh dan dimutilasi jenazahnya. Dalam sebuah editorial untuk harian Washington Post itu, dia menyebut Saudi sebagai “negeri paria,” yang tidak mengindahkan martabat manusia.

Setelah berkuasa, pemerintahannya menerbitkan temuan dinas rahasia AS yang mengidentifikasi putera mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), sebagai dalang utama pembunuhan Khashoggi. Sikapnya itu berubah menyusul krisis geopolitik yang memicu kelangkaan bahan bakar dan krisis ekonomi di seluruh dunia. Bagi AS, persekutuan dengan Arab Saudi menjamin pasokan minyak mentah dan pemesanan senjata yang mendatangkan devisa.

“Di Arab saudi, kami menghentikan kebijakan cek kosong yang kami wariskan dari pemerintahan sebelumnya,” tulis Biden dalam editorial untuk Washington Post, Sabtu (9/7/2022), seperti dilansir oleh DW.

“Sejak awal, tujuan saya adalah mengorientasikan ulang, bukan memutus, hubungan dengan Arab Saudi. Saya tahu ada banyak yang tidak setuju dengan keputusan saya berkunjung ke Arab Saudi,” tulisnya lagi, merujuk pada kelompok progresif kiri di tubuh Partai Demokrat.

Dia berjanji akan tetap “menegakkan kebebasan fundamental dalam agenda” pembahasan dengan penguasa di Riyadh. Menurutnya, kunjungan ke Saudi diperlukan untuk “membantu menstabilkan pasar minyak dunia,” kata Biden.

 

Pertemuan dengan MBS

Jon Alterman, Wakil Presiden Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, mengatakan pemerintahan Biden menemukan lagi apa yang telah ditemukan oleh pemerintahan AS sebelumnya, bahwa banyak hal di Timur Tengah atau di dunia yang akan lebih mudah dicapai jika Saudi bersedia membantu, dan akan lebih sulit jika mereka menolak.

Washington ingin agar Saudi menambah kapasitas produksi untuk menurunkan harga minyak. Jika berhasil, Partai Demokrat berharap bisa mendapat dukungan elektoral untuk memenangkan pemilu sela, November mendatang. Namun demikian, kunjungannya juga bernilai simbolis, terutama bagi Mohammed bin Salman yang dijadwalkan akan bertemu Joe Biden. Menurut Marti Flacks dari CSIS, kesempatan itu bisa digunakan oleh MbS untuk mengiklankan diri bersama pemimpin Dunia Barat.

”Sebab itu dia meyakini Gedung Putih akan berusaha mengatur pertemuan keduanya secara seksama untuk mencegah pemberitaan miring. Masalahnya adalah, pihak lain selalu bisa mengganggu rencana itu jika mereka benar-benar berniat,” urainya.

Bagi Biden, kunjungannya melampaui pencitraan simbolik karena mengagendakan sejumlah isu pelik, yakni antara lain program nuklir Iran, perang di Yaman, serta krisis politik di Suriah, Libya, Irak dan Lebanon.Terutama ambisi atom Iran akan dijadikan agenda utama oleh tuan rumah Israel, ketika Biden dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Yair Lapid. Di sana, dia juga disibukkan oleh pembunuhan jurnalis AS, Shireen Abu Akleh, yang ditembak serdadu Israel pada Mei silam. Keluarga Akleh telah meminta pertemuan dengan Biden untuk mendesakkan investigasi independen. Namun Gedung Putih sejauh ini menolak mengomentari permintaan tersebut.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

5 jam ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

6 jam ago

Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…

8 jam ago

16 ASN Pemko Pekanbaru Resmi Dilantik, Wako Agung: Kinerja Akan Terus Dievaluasi

Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…

9 jam ago

Masih Nekat Buang Sampah Sembarangan, 29 Pelanggar di Pekanbaru Ditindak DLHK

DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…

9 jam ago

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

10 jam ago