Categories: Nasional

Di Rumah Sakit Lebih Baik Pakai Masker

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang baik dalam lawatan akhir pekan lalu. Pada Sabtu (11/7) dia mengunjungi fasilitas medis milik militer di Bethesda, Negara Bagian Maryland. Tidak seperti biasanya, suami Melania itu mengenakan masker.

Foto Trump bermasker di Walter Reed National Military Medical Center langsung tersebar luas seiring langkahnya menyusuri koridor rumah sakit (RS). Masker berwarna biru tua tersebut dipermanis dengan lambang kepresidenan pada bagian kiri bawah. Itu menjadi momen kedua Trump memakai masker sejak Covid-19 mewabah. Sebelumnya, wajah sang presiden dalam balutan masker menghiasi media saat dia melawat pabrik Ford di Michigan. "Saya tak pernah menolak penggunaan masker. Tapi, menurut saya, ada waktu dan tempat yang tepat untuk itu," ujar tokoh 74 tahun tersebut kepada BBC.

Sabtu itu, dia bertolak dari Gedung Putih dengan menggunakan helikopter. Misi Trump di rumah sakit tersebut adalah menjenguk tentara-tentara yang terluka dan para tenaga medis. Saat helikopter tiba di Walter Reed National Military Medical Center, Trump belum memakai masker. Turun dari helikopter pun, dia belum bermasker. Masker baru dipakai ketika dia hendak masuk rumah sakit.

"Kalau Anda berada di rumah sakit, memang lebih baik memakai masker," ungkapnya sebagaimana dilansir Associated Press.

Andrew Bates, Jubir Calon Presiden Partai Demokrat Joe Biden, mengkritik Trump. Menurut dia, upaya ayah Ivanka itu sudah terlambat. Sebab, Wakil Presiden AS Mike Pence sudah lebih dulu memberikan teladan kepada publik Negeri Paman Sam dalam menghadapi Covid-19. Yakni, dengan memakai masker. Sejumlah tokoh Partai Republik melakukan hal yang sama.

Namun, Trump tetap menolak memakai masker. Bahkan, saat konferensi pers atau kunjungan dan acara-acara publik lainnya, dia tetap menampilkan wajah tanpa masker.

"Berbulan-bulan dia tak menghiraukan saran dari pakar kesehatan. Dia malah berusaha memecah belah bangsa," jelas salah seorang sumber di Gedung Putih.  

Saat ini total kasus Covid-19 di AS sudah 3,2 juta. Sementara itu, kematian akibat virus tersebut mencapai 134 ribu. Data itu menjadikan AS sebagai negara paling terdampak di dunia. Isu tersebut juga pasti akan menjadi pertimbangan para pemilik suara dalam pemilu akhir tahun nanti.(bil/c20/hep/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Peningkatan Jalan Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Tuntas 100 Persen

Pengecoran jalan akses Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang selesai 100 persen dan kini memasuki…

3 jam ago

Kebakaran Hebat di Payung Sekaki Pekanbaru: 7 Gudang Avian Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Sebanyak tujuh unit gudang di Kawasan Pergudangan Avian Jalan Siak II Pekanbaru ludes terbakar pada…

4 jam ago

Penyaluran Makan Bergizi Gratis Bagi 39 Ribu Warga Meranti Dihentikan Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi 39 ribu penerima…

5 jam ago

Realisasi APBD Inhil Baru 58,07 Persen, Bupati Herman Minta OPD Gesa Program

Bupati Indragiri Hilir Herman meminta seluruh OPD memacu percepatan realisasi APBD 2026 yang baru mencapai…

5 jam ago

Satlantas Polres Inhu Gelar Strong Point Serentak, Kapolres Ikut Bawa Pengendara Menyeberang

Kapolres Inhu AKBP John Letedara turun langsung melayani masyarakat dengan mengatur lalu lintas dan membantu…

5 jam ago

Fajar Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron Soh

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 usai mengalahkan pasangan…

1 hari ago