Categories: Nasional

Sinkronkan Keperluan dan PNS Pensiun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Guru dan tenaga kesehatan masih menjadi prioritas penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sudah menyebar surat usulan keperluan aparatur sipil negara (ASN) kepada instansi seluruh Indonesia sejak 17 Mei lalu. Peraturan juga sedang digodok sebagai dasar penyelenggaraan.

Lowongan CPNS tahun ini mencapai 254.173 kursi. Jumlah tersebut untuk memenuhi keperluan pemerintah pusat sebanyak 62.324 kursi dan sisanya disebar ke instansi daerah. Berapa kuota untuk guru dan tenaga kesehatan? Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kemenpan PAN-RB Mudzkir belum mengetahui detailnya. ”Saat ini masih menampung usulan,” ucapnya Rabu (12/6).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengaku masih me­lakukan koordinasi dengan Kemen PAN-RB soal keperluan formasi guru. Sebab, pada CPNS tahun lalu, pihaknya mengajukan 155 ribu kursi, tapi hanya 90 ribu orang yang masuk. Praktis, masih ada 65 ribu kursi yang belum terpenuhi.  ”Nah, apakah kuota guru akan ditambah lagi atau hanya menghabisan slot sisanya ini yang sedang kami diskusikan,” terang Muhadjir.

Pasalnya, menteri 62 tahun itu juga mempertimbangkan angka pensiun guru yang mencapai 400 ribu orang pada 2020 mendatang. Makanya, Kemendikbud sedang menyingkronkan jumlah guru yang purna tugas dan berapa yang akan direkrut. ”Makanya sekarang harus betul-betul klop,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Mohamad Nasir memandang bahwa sarjana keguruan sudah cukup banyak. Dia juga menilai bahwa jurusan perguruan jangan sampai menjadi pilihan terakhir bagi calon mahasiswa baru. Untuk itu dia bakal menerapkan sistem kuota mahasiswa baru jurusan atau program keguruan.

Selain itu, untuk menjaga kualitas calon guru, Nasir juga mengatakan akan mengevaluasi seleksi program pendidikan profesi guru (PPG). Menurut dia, dalam seleksi program PPG ke depan akan memasukkan penilaian minat dan bakat. Sehingga bisa dipastikan calon guru peserta program PPG benar-benar memiliki minat dan bakat menjadi guru.

”Nanti yang akan mendapatkan sertifikat guru adalah mereka yang masuk PPG,” jelasnya. (han/wan/lyn/jpg)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos
Editor: Rindra Yasin

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

3 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

3 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

6 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

6 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

7 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

7 jam ago