Categories: Nasional

Beras Hitam untuk Kesehatan, Salah Satunya Mampu Melawan Kanker

RIAUPOS.CO- Meski tidak sepopuler beras putih atau beras merah, beras hitam adalah jenis beras yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Perlu diketahui, beras hitam memiliki kandungan serat yang tinggi serta mengandung zat antosianin–senyawa flavonoid yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan.

Selain itu, antosianin juga bisa bermanfaat membantu melawan penyakit kanker, jantung, hingga gangguan kesehatan lain.

Berikut adalah beberapa manfaat beras hitam lainnya yang harus Anda tahu, di antaranya, seperti dilansir laman Stylecraze, Senin (10/6).

1. Kaya Akan Antioksidan

Ketika berbicara tentang kandungan antioksidan, maka tidak ada bahan lain yang mendekati beras hitam.

Bekatul (lapisan paling luar) dari butiran beras hitam mengandung tingkat anthocyanin tertinggi dari makanan apa pun.

Bahkan, bekatul beras hitam ini memiliki kandungan antosianin tertinggi dibandingkan dengan semua varietas gandum lainnya seperti beras merah, beras merah, dan quinoa merah.

Antosianin ini mampu memerangi kerusakan akibat radikal bebas, mencegah penyakit kardiovaskular, dan mengobati infeksi mikroba dan diare.

2. Memerangi Kanker

Sebuah studi eksperimental yang dilakukan oleh Universitas Militer Ketiga di Tiongkok menemukan bahwa ekstrak beras hitam yang kaya anthocyanin berhasil menekan pertumbuhan tumor dan penyebaran sel kanker payudara pada tikus.

3. Mengurangi Peradangan

Para peneliti di Universitas Ajou di Korea telah menemukan bahwa beras hitam bekerja sangat baik dalam mengurangi peradangan.

Studi ini menemukan bahwa ekstrak beras hitam membantu mengurangi edema dan secara signifikan menekan dermatitis kontak alergi pada kulit tikus.

Ini merupakan indikator besar potensi beras hitam dalam mengobati penyakit yang berhubungan dengan peradangan kronis.

4. Membantu Penurunan Berat Badan

Beras hitam memiliki karakteristik yang penting untuk manajemen berat badan dan penurunan berat badan – rendah kalori, rendah karbohidrat, dan tinggi serat makanan.

Dengan demikian, maka hal itu akan membuat Anda merasa kenyang dan mampu menahan rasa lapar.

Faktanya, sebuah penelitian yang dilakukan di Korea menguji perbedaan dalam penurunan berat badan yang disebabkan oleh nasi putih dan campuran beras merah dan beras hitam pada 40 wanita yang kelebihan berat badan dalam 6 minggu.

Pada akhir penelitian, mereka menemukan bahwa kelompok beras coklat / hitam menunjukkan penurunan berat badan dan indeks massa tubuh (BMI) yang secara signifikan lebih tinggi dan persentase lemak tubuh dibandingkan kelompok yang mengonsumsi nasi putih.

Ini menunjukkan bahwa beras merah dan hitam bisa bekerja dengan sangat baik dalam terapi diet untuk wanita gemuk.

5. Melindungi Kesehatan Jantung

Lindungi kesehatan jantung Anda dengan mengganti nasi putih dengan nasi hitam dalam makanan sehari-hari Anda.

Seperti yang sudah kita ketahui, kolesterol tinggi adalah penyebab utama sejumlah penyakit kardiovaskular.

Tetapi kandungan antosianin dari beras hitam telah ditemukan memiliki efek yang signifikan dalam mengurangi kolesterol pada tikus dalam beberapa penelitian penelitian.

Aterosklerosis adalah penyakit kardiovaskular di mana arteri tersumbat karena penumpukan plak.

Ini bisa menyebabkan sejumlah masalah serius lainnya seperti penyakit arteri koroner, stroke, penyakit arteri perifer, atau masalah ginjal.

Tapi ada kabar baik! Konsumsi beras hitam telah ditemukan mampu untuk mengurangi penumpukan plak aterosklerotik pada kelinci sebesar 50 persen.

Meskipun semua penelitian ini telah dilakukan pada hewan, aman untuk berasumsi bahwa beras hitam bisa menghasilkan efek yang sama pada manusia.

6. Membantu Detoksifikasi Hati

Penyakit hati berlemak, ditandai dengan penumpukan lemak yang berlebihan di hati.

Efektivitas beras hitam dalam mengobati kondisi ini diuji pada tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dari ekstrak beras hitam mengatur metabolisme asam lemak dan mengurangi kadar trigliserida dan kolesterol total, sehingga mengurangi risiko penyakit hati berlemak.(fny)

   

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina  

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Markarius Anwar Lantik 42 Pejabat, Jabatan Strategis di Pemko Pekanbaru Bergeser

Sebanyak 42 pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru dilantik. Wakil Wali Kota Markarius Anwar meminta seluruh…

18 jam ago

Kesaksian Korban Selamat Ambulans Maut, Tak Sangka Telepon Itu Jadi Pesan Terakhir

Korban selamat ambulans maut di Tol Pekanbaru-Dumai menceritakan detik-detik kecelakaan dan pesan terakhir putrinya kepada…

23 jam ago

Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Nonsubsidi

Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. Sementara Pertalite dan…

24 jam ago

Milad Inhil ke-61, Lebih dari 100 Petani Unjuk Ketangkasan Menyolak Kelapa

Lomba menyolak kelapa meriahkan Milad ke-61 Inhil. Lebih dari 100 petani unjuk ketangkasan sekaligus melestarikan…

2 hari ago

Kondisi Kesehatan Belum Stabil, 6 Jemaah Haji Riau Jalani Perawatan di Rumah Sakit Batam

Enam jemaah haji asal Riau masih dirawat di Batam usai pulang dari Tanah Suci dan…

2 hari ago

Oknum Kadus, ASN dan 3 Warga Bengkalis Diamankan Polisi, Pengembangan Hasil Tes Urine

Lima terduga penyalahguna narkotika, termasuk oknum Kadus dan ASN Satpol PP Bengkalis, diamankan setelah hasil…

2 hari ago