Categories: Nasional

Guru PAUD dan Kader Posyandu Diajarkan Mendongeng

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tidak bisa dipungkiri, memfokuskan perhatian anak-anak dalam satu kelas memiliki kesulitan tersendiri. Tidak jarang anak-anak hanya fokus dengan apa yang menarik perhatian masing-masing dari pada mendengarkan guru yang sedang menjelaskan di depan kelas.

Dalam suatu pelatihan yang diadakan di Pustaka Soeman HS beberapa waktu lalu, pendongeng nasional Agus Djava Sodik (DS) memberikan arahan kepada guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan kader posyandu terkait cara menarik perhatian anak-anak agar fokus kepada pembicara.

Salah satu caranya, Agus DS menuturkan, dengan cara mendongeng. Memperagakan berbagai macam karakter di hadapan anak-anak, serta menggunakan berbagai properti yang ada untuk memperdalam karakter yang sedang diperankan.

“Ibu-ibu, ketika mendongeng agar anak fokus kepada kita, kita juga harus bisa mendalami sebuah karakter,” kata Agus.

Ia memulai dengan memperagakan karakter Malin Kundang dengan cara monolog. Agus menggunakan suara tegas dan berwibawa ketika memerankan Malin. Kemudian suaranya berubah menjadi suara perempuan tua. Tak lupa ia mengenakan kain penutup kepala seadanya dan berjalan terbungkuk-bungkuk.

“Jadi guru PAUD itu harus kreatif biar anak-anak tertarik, belajar menggunakan berbagai macam suara juga penting dan jangan lupa pakai properti yang ada,” kata Agus lagi.

Agus juga menekankan kepada para guru dan kader posyandu yang hadir, untuk menggunakan kata-kata jelas dan menghindari perumpamaan agar anak-anak cepat menangkap apa yang disampaikan. Menurutnya, banyak pendidik yang menggunakan kata-kata lain untuk menjelaskan sesuatu yang dianggap tidak pantas untuk diucapkan.

“Bahasa dengan anak-anak jangan pakai perumpamaan, biar anak-anak cepat tanggap. Kencing ya kencing bukan buang air kecil kalau begitu anak-anak akan susah memahami. Tai ya tai,” ucap Agus. Untuk menegaskan suara, Agus juga mengajarkan kepada peserta yang hadir untuk memperagakan suara binatang sesuai dengan suara sebenarnya. “Suara anjing itu bukan Guk Guk Guk ibu-ibu, harus belajar juga bagaimana membuat suara-suara hewan, suara harimau, suara kucing, suara bebek,” ujarnya.

Selain itu, Agus menjelaskan, jika dengan mendongeng menggunakan berbagai macam karakter dan suara yang berbeda akan mampu membangun interaksi dan komunikasi, serta menarik perhatian anak-anak. Sehingga apa yang ingin disampaian dapat dengan mudah tersampaikan kepada anak-anak.(*2)  
   

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tekan Balap Liar dan Knalpot Brong, Polisi Sita 12 Motor di Pekanbaru

Satlantas Polresta Pekanbaru menggelar patroli Blue Light dini hari dan mengamankan 12 sepeda motor pelanggar…

9 jam ago

Inovasi Layanan Umrah, Menang Tour & Travel Launching MMC

PT Butala Menang Abadi meluncurkan Menang Member Card di awal 2026 untuk mempermudah jemaah umrah…

9 jam ago

Baznas Riau Catat Zakat ASN Pemprov Riau Tembus Rp52 Miliar

Baznas Riau mencatat zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 mencapai Rp52,5 miliar dan terus mengoptimalkan…

10 jam ago

Penolakan Relokasi Menguat, Masyarakat Cerenti Tanda Tangani Petisi

Masyarakat Cerenti menggelar aksi damai dan menandatangani petisi menolak rencana relokasi warga TNTN ke Desa…

10 jam ago

Kantin SDN 169 Pekanbaru Terbakar Dini Hari, Damkar Kerahkan 5 Unit

Kantin SDN 169 Pekanbaru terbakar dini hari. Lima unit damkar dikerahkan untuk memadamkan api dan…

10 jam ago

Dermaga Peranggas Meranti Kian Memprihatinkan, DPRD Minta Perhatian Pemerintah

Dermaga Peranggas di Kepulauan Meranti kian memprihatinkan dan dinilai tak layak pakai. DPRD mendesak pemerintah…

11 jam ago