Categories: Nasional

Jaksa Agung Blak-blakan, Mafia Migor Bisa Saja Orang Full Power

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Agung masih melakukan pendalaman pada dugaan kasus korupsi minyak goreng (migor) yang terungkap pada bulan lalu. Salah satu tersangkanya adalah seorang mantan pejabat Kementerian Perdagangan (Kemendag), yaitu Indrasari Wisnu Wardhana.

Padahal sebelumnya ketika rapat dengan DPR RI, tersangka yang membisikkan bahwa mafia migor akan ditangkap kepada Mendag Muhammad Lutfi. Hal ini pun menjadi perbincangan masyarakat.

Jaksa Agung ST Burhanuddin pun mengatakan, bahwa tersangka terlalu percaya diri dan merasa dirinya tidak akan tertangkap. Apalagi jejak digital pun dapat menjadi bukti pelanggaran pidana.

“Itu lah dia terlalu pede bahwa perbuatannya tidak akan terbongkar, jejak digital tidak bisa dihapus, kami mengungkap itu dari sebuah alat komunikasi,” terang dia dalam Podcast Deddy Corbuzier dikutip JawaPos.com, Kamis (12/5/2022).

Saat ini, pihaknya masih belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait keterlibatan pihak lain. Namun yang pasti, mungkin saja akan ada nama besar yang menghiasi daftar tersangka.

“Terlalu pede dipikirnya nggak akan terendus. Kita akan lihat dalam penyelidikan nanti (bukan satu orang). Bisa saja ada orang full power di situ misalnya, dia yang mengizinkan, memutuskan juga, tapi kita akan lihat nanti,” imbuhnya.

Dia pun menyampaikan, tidak akan tebang pilih dalam menegakkan hukum di Indonesia.

“Bisa saja kalau ada fakta, bukti mengarah ke sana, kenapa tidak (ditahan). (Menteri) bisa, (jenderal) bisa, kita akan lihat fakta dan bukti,” tegas dia.

Selain itu, Burhanuddin mengakui bahwa sistem untuk pemerataan minyak goreng sudah baik, hanya saja dalam sistem pengawasannya kurang. Oleh karena itu, ada oknum yang memanfaatkan celah tersebut.

“Kegagalan sistem nggak, karena sistem sudah ada kalau 80 persen keluar, 20 persen itu untuk dalam negeri,” jelasnya.

Angka korupsinya pun masih belum bisa ditetapkan, namun menurutnya sangat besar. “Kita nggak tau, tapi pasti banyak karena keperluan minyak kan sangat banyak per hari. Pasti tinggi,” ucapnya.

“Kita nggak ngerti hati seorang manusia, kalau dia punya empati, tidak akan terjadi itu. Ini kebangetan diembat juga, padahal udah tau. Kita akan perhitungkan nanti didalam tuntut,” pungkas dia.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

21 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

22 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago