jaringan-internet-lemot-jadi-kendala-utama-sekolah-online
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbud membuat survei pembelajaran online selama masa pandemi Covid-19. Hasilnya, jaringan internet yang tidak stabil menjadi kendala paling dominan yang dialami masyarakat.
Hasil survei tersebut disampaikan Dirketur PAUD Kemendikbud Muhammad Hasbi dalam diskusi Majelis Dikdasmen PP Aisyah bertajuk Pendidikan yang Membahagiaan Anak di Era Covid-19. ’’Responden tersebar di seluruh provinsi di Indonesia,’’ kata Hasbi Selasa (12/5).
Survei itu menunjukkan kegiatan belajar online jenjang PAUD paling banyak dilakukan di kelompok TK, Raudlatul Athfal (RA), atau Bustanul Athfal (BA) dengan persentase 55 persen. Kemudian disusul kelompok bermain (KB) sejumlah 33 persen dan tempat penitipan anak (TPA) sejumlah 12 persen.
Hasbi lantas memaparkan temuan kendala-kendala yang dihadapi orangtua atau masyarakat. Kendala paling banyak adalah jaringan internet tidak stabil sejumlah 19,3 persen. Disusul kurangnya kemampuan TKI orang tua (16,8 persen), keterbatasan biaya (15,4 persen), keterbatasan alat peraga edukatif online (15,4 persen), dan kurangnya fasilitas TIK (12,5 persen).
Selain itu, kurangnya kemampuan pedagogik orang tua (11,4 persen), jaringan internet tidak ada (5,2 persen), kurangnya kemampuan TKI guru (2,6 persen), dan alasan lainnya 1,4 persen. ’’Kita ketahui bahwa pandemi Covid-19 ini memengaruhi berbagai sektor. Tidak hanya sektor sosial saja, tetapi juga sektor ekonomi,’’ jelasnya.
Hasbi mengatakan di masa pandemi ini, sekolah diminta memberikan pembelajaran jarak jauh yang bermakna. ’’Tanpa membebani (siswa, Red) dengan capaian kurikulum. Sebagaimana di masa non-pandemi,’’ jelasnya.
Sementara itu, Ketua PP Aisyiyah Prof Masyitoh Chusnan menyampaikan semangat dan dukungan moril kepada guru-guru Aisyiyah di penjuru Indonesia. ’’Kami berpikir bagaimana para guru untuk terus memperhatikan muridnya,’’ katanya. Kemudian dia juga berfikir untuk sekolah yang pas-pasan, apakah gurunya tetap mendapatkan kesejahteraan.
Dia mengatakan untuk mengatasi kebosanan pada siswa saat menjalani belajar di rumah, tentu bergantung dari kreativitas guru masing-masing. Dia sepakat bahwa bagaimapaun juga anak tetap dimotivasi supaya senang belajar, terus termotivasi untuk belajar.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Sampah di Rengat tak terangkut tiga hari akibat alat berat TPA rusak. DLH pastikan layanan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…
Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…
Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…
PBBDD berhasil mengumpulkan 1.899 kantong darah dalam baksos donor darah di Pekanbaru, melampaui target untuk…
Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…