Categories: Nasional

Waspada, Napas Bau Ternyata Bisa Jadi Sinyal Diabetes Tipe 2

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sering kali napas bau dan aroma mulut yang tak segar dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Padahal, napas bau yang keluar lewat mulut bisa menjadi indikator kadar gula seseorang melebih normal. Sehingga perlu waspadai kondisi diabetes jika Anda sering merasakan napas bau.

Napas yang berbau adalah gejala diabetes tipe 2 yang jarang diketahui. Lebih tepatnya disebut ketoasidosis atau diabetik. Apa hubungannya napas dan gula darah?

Ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin untuk energi, kondisi itu memecah sel-sel lemak untuk energi. Proses ini menghasilkan asam yang dikenal sebagai keton.

Dilansir dari Express.co.uk, Selasa (12/5), ketika seseorang memiliki kelebihan keton dalam aliran darahnya, biasanya dibuang melalui urin. Ketika tubuh memecah lemak untuk energi, efeknya adalah napas berbau buah atau napas yang berbau seperti aseton, atau cat kuku. Diabetic ketoacidosis (DKA) adalah komplikasi diabetes yang parah.

Ketoasidosis diabetikum adalah masalah serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes jika tubuh mereka mulai kehabisan insulin. DKA disebabkan oleh kurangnya insulin dalam tubuh. Sehingga menyebabkan tubuh memecah lemak untuk energi. Keton dilepaskan ke dalam tubuh karena lemaknya dipecah.

“DKA terutama memengaruhi orang dengan diabetes tipe 1 tetapi kadang-kadang dapat terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2. Tanda-tanda DKA termasuk napas yang berbau buah seperti permen pear drop atau pernis kuku,” seperti dimuat dalam laman Diabetes.co.uk

Mengetahui dan memahami gejala-gejala gula darah tinggi sangat penting bagi mereka yang keluarganya memiliki riwayat diabetes. Hiperglikemia, atau gula darah tinggi, adalah umum di antara penderita diabetes. Ini terjadi ketika penderita diabetes makan terlalu banyak dan terlalu sedikit insulin untuk mengatur gula darahnya.

“Terkadang stres bisa menyebabkan diabetes. Gejala-gejala lain yakni termasuk sering buang air kecil, mengantuk, mual, lapar ekstrem atau haus atau penglihatan kabur,” lanjutnya.

Untuk itu, sangat penting untuk mengelola kadar gula darah dengan benar. Sebab kadar gula darah yang tinggi dapat menciptakan komplikasi kesehatan yang serius. Komplikasi diabetes termasuk penyakit jantung, kehilangan penglihatan, kerusakan saraf, dan kemungkinan penyakit ginjal.

Diet sehat dan seimbang dapat membantu memerangi kondisi dan mengurangi risiko kondisi serius. Olahraga teratur dan tes darah rutin sangat penting untuk mengelola gula darah dengan benar.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Buron ke Sumut, Dalang Pembakaran Jaring Nelayan di Rohil Akhirnya Ditangkap

Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.

10 jam ago

Antrean BBM Mengular, Pemprov Riau Ajukan Tambahan 99.700 KL Biosolar

Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…

11 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Bertanding

Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…

11 jam ago

PLN Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…

11 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Seragam Gratis Rampung Dibagikan Oktober

sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…

12 jam ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 34 Pesawat dari Pekanbaru Batal

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…

12 jam ago