Categories: Nasional

Dosen UIR Kenalkan Tanaman Pekarangan Menjadi Minuman Kesehatan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Arief Yandra Putra SSi MSi dan anggota Fitri Mairizki SSi MSi, Ir Ernita MP dua mahasiswa,  Silvi Anggraini, T Rahmad Ramadhani mengenalkan pemanfaatan tanaman pekarangan menjadi minuman kesehatan di masa pendemi Covid-19.

Mereka ini merupakan dosen dan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR). Pengabdian bertempat di ruang serba guna RW 18, Dusun Bencah Limbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Rabu (7/4) lalu.

Minuman kesehatan tersebut terbuat dari bahan herbal seperti jahe, kunyit, sereh dan tanaman obat lainnya.  

Ketua Tim Pengabdian Arief Yandra Putra SSi MSi kepada Riau Pos, Sabtu (10/4) mengatakan, sebagai mitra pengabdian diikuti oleh kader Posyandu dan kelompok PKK RW 18, Dusun Bencah Limbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.

Ia menyebutkan tujuan dari pengabdian ini adalah, memberikan edukasi tentang kandungan kimia dan potensi tumbuhan lokal untuk pembuatan minuman kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, memberikan pendampingan tentang cara pembuatan tanaman pekarangan menjadi minuman kesehatan, memberikan ide kepada masyarakat  terutama bagi mitra untuk memanfaatkan tumbuhan sekitar menjadi produk yang berpotensi sebagai peluang usaha di masa pandemi.

Dikatakannya, masalah kesehatan yang ada dalam masyarakat sangatlah banyak dan beragam jenisnya. Sebagian masyarakat ada yang menyadari bahwa ada masalah kesehatan yang sedang dialami dan sebagian tidak menyadarinya. Pola hidup sehat merupakan suatu hal yang harus diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaatnya sangat besar bagi manusia.

"Dunia umumnya pada akhir 2019 hingga saat ini mengalami kejadian yang luar biasa yaitu serangan virus yang luar biasa hebat yang banyak memakan korban," katanya.(nto/c)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

5 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

6 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

6 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

6 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

7 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

7 jam ago