Categories: Nasional

Polri Gandeng Ulama

DUMAI (RIAUPOS.CO) — Paham radikalisme menjadi perhatian khusus bagi pihak Kepolisian RI. Sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi paham radikal di Kota Dumai, Polri menggandeng ulama dalam memberikan pemahaman  bahayanya paham radikal.

Pencegahan dilakukan dengan cara mengisi vceramah agama di Masjid Baiturrahim, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Sabtu (7/12) malam. 

Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Dumai Rahmat Habibi menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.  Kegiatan itu dihadiri AKBP H Syuhaimi SH, Kanit 3.1 Dit Kameg Baintelkam Mabes Polri.

Rahmat Habibi mengajak masyarakat dan jamaah Masjid Baiturrahim untuk bersama sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari upaya-upaya pihak yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. "Menjaga NKRI menjadi kewajiban bersama, dan NKRI masih berpegang pada pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, dan Islam juga mengajarkan untuk berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Dumai ini menerangkan, saat ini masyarakat harus berhati-hati dengan paham radikal yang saat ini sedang hangat diperbincangkan. "Paham radikal ini terbentuk karena memahami ajaran atau pemahaman baik dari kitab suci hanya sepotong-sepotong, atau tidak belajar pada ahli, sehingga paham radikal muncul pada seseorang tersebut," tuturnya.

Ia mengatakan seseorang yang sudah terpapar paham radikal, biasanya cendrung menyendiri dan tidak berbaur dengan masyarakat. "Sebab mereka berpendapat bahwa apa yang dikerjakan masyarakat tidak sesuai dengan ajaran atau pemahamannya," tuturnya. 

Ia mengimbau, apabila ingin belajar atau bertanya tentang agama yang lebih mendalam belajar dan bertanya kepada orang yang memang ahlinya, jangan sampai belajar atau bertanya kepada orang yang bukan ahlinya guna terhindar dari hal-hal yang menyalahi aturan agama dan negara.

Sementara itu, Kanit 3.1 Dit Kameg Baintelkam Mabes Polri Syuhaimi menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk meningkatkan silahturahmi antar Polri sekaligus sinergitas antara masyarakat dan ulama.

"Hal ini upaya meningkatkan silaturahmi dan membangun sinergitas antara umara dan ulama di Kota Dumai," ungkapnya.

AKBP Syuhaimi mengatakan kegiatan ini juga dalam menyikapi penyebaran berita hoak atau berita bohong serta bentuk penyebaran paham radikal di lingkungan masyarakat. "Untuk itu pihak kepolisian senantiasa mengimbau kepada masyarakat untuk dapat bersama-sama melawan penyebaran paham radikal maupun penyebaran berita bohong yang marak terjadi belakangan ini," tutupnya.(ade)

Laporan HASANAL BULKIAH, Dumai

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Agung Toyota Buka Program Trade In New Hilux, Mobil Lama Bisa Ditukar

Agung Toyota membuka program trade in New Hilux di Riau. Konsumen dapat menukar mobil lama…

15 jam ago

Ribuan Pecinta Vespa Meriahkan Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis

Pawai Gebyar Scooter Lancang Kuning ke-16 di Bengkalis berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai provinsi…

16 jam ago

SSB PTPN IV Regional III Juara Liga TOPSkor Riau, Siap Harumkan Nama Riau di Nasional

SSB PTPN IV Regional III juara Liga TOPSkor Pekanbaru 2026 dan berhak mewakili Riau pada…

17 jam ago

Galeri24 Pegadaian Tebar Promo Kicau, Diskon Emas Batangan hingga 19 Juli

Galeri24 Pegadaian menghadirkan Promo Kicau dengan diskon 1,5 persen untuk pembelian emas batangan selected item…

17 jam ago

ICW Temukan Dugaan Potensi Rente Triliunan dalam Proyek 80 Ribu Pikap Kopdes

ICW menyoroti pengadaan 80 ribu pikap Kopdes Merah Putih yang diduga memiliki potensi rente hingga…

17 jam ago

48 Ribu Warga Kota Padang Masih Menganggur, Lapangan Kerja Belum Seimbang

Sekitar 48 ribu warga Kota Padang masih menganggur. Pemko memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri untuk…

18 jam ago