Categories: Nasional

Alam Pakai Gunting, Fitri Pegang Kunai, Peran Penyerang Wiranto

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Senjata apa yang dipakai Syahrial untuk menusuk Wiranto? Versi polisi, Syahrial Alamsyah alias Alam menggunakan senjata tajam bernama kunai. Itu adalah senjata tajam yang biasa diasosiasikan dengan ninja Jepang. Juga bisa dipakai untuk alat memanjat di tembok.

Sedangkan Fitri Andriana yang biasa disapa Pipit menggunakan gunting untuk menyerang polisi dan para pengawal Wiranto.

Namun, versi lain diperoleh Radar Banten yang mewawancarai beberapa saksi mata di lokasi kejadian. Salah satunya adalah Fachri Maulana, siswa kelas VIII SMPN 1 Menes. Fachri melihat sendiri seorang pria dan perempuan bercadar yang sama-sama memegang senjata tajam.
Mereka menyerang Wiranto secara membabi buta. Dua pelaku, menurut Fachri, sudah ada di lokasi kejadian sebelum Wiranto bersama rombongan tiba. Mereka berdiri di depan gapura sebelum pintu masuk kawasan Alun-Alun Menes.

Fachri melihat Alam menyerang lebih dulu. Versi Fachri, Alam menusuk Wiranto dengan menggunakan gunting. Saat beberapa petugas berusaha meringkusnya, terlihat seorang perempuan bercadar menyerang dengan menggunakan kunai. Dia menusuk beberapa orang dari belakang. Korbannya adalah Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan politikus Hanura Fuad Sauki yang mengawal Wiranto.

Sementara itu, Asiah Ahyani, warga Kampung Pamatang, Desa Cigandeng, Kecamatan Menes, tak sengaja merekam peristiwa itu. Menurut dia, Wiranto sempat tersungkur ke pondasi tempat penahan tanah sekitar Alun-Alun Menes setelah ditusuk pelaku. ’’Baju batik dan kaus dalam putih Pak Wiranto langsung berlumur darah di bagian perut,’’ katanya.

Menurut Radar Banten, Alam adalah warga Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Istrinya, Fitri Andriana alias Pipit, adalah warga Desa Sitanggai, Brebes. Alam tinggal ngontrak di Kampung Sawah, Desa Menes, sejak setahun lalu. Sementara itu, Pipit baru ikut tinggal bersama Alam sekitar dua bulan lalu.

Ketua RT 4, RW 5, Kampung Sawah, Desa Menes, Ahmad Sanusi menyatakan bahwa Alam adalah sosok yang sangat tertutup. ’’Warga jarang yang kenal dia. Hanya ketemu saat salat berjamaah di masjid,’’ ujarnya. Dia mengatakan bahwa Pipit adalah istri baru Alam. ’’Namanya saya enggak tahu. Tetapi, Alam punya anak satu dari istrinya yang lama,’’ katanya.

Editor : Deslina
Sumber: Jawapos.com

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

15 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

18 jam ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

20 jam ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

3 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

3 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

3 hari ago