Categories: Nasional

Boleh Divaksin, Ibu Hamil dan Menyusul Belum Siap Mental

JAKARTA (RIAU POS.CO) – Surat Edaran tentang Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil dan Penyesuaian Skrining Dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jadi kini ibu hamil dan menyusui sudah bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19.

 

Mengenai diizinkannya vaksinasi tersebut, ibu hamil bernama Indriani (25) dengan usia kandungan dua bulan mengatakan bahwa dirinya masih khawatir untuk mengikutinya. Kekhawatiran itu ada terkait dengan tumbuh kembang bayi selama di kandungan.

"Saya masih ngga percaya, takutnya kenapa-kenapa nanti bayinya,” ungkap dia kepada JawaPos.com, Rabu (11/8).

Dia pun mengaku sempat untuk melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter, di mana dokter berkata untuk ibu hamil memang sudah boleh mendapatkan vaksinasi. Namun, ia masih belum percaya karena belum ada bukti otentik bahwa vaksin sudah teruji.

"Sempet tanya waktu cek kehamilan, apa boleh vaksin saat hamil, kata dokternya sih boleh. Tapi,  masih belum mau karena ya belum teruji,” tuturnya.

Apalagi dirinya juga memiliki asma, ditambah beberapa kerabatnya yang juga memiliki Riwayat yang sama meninggal setelah mendapatkan vaksin kedua. Hal seperti itulah yang membuat dirinya enggan untuk divaksin.

"Saya takut aja, temen saya ada yang meninggal abis divaksin yang kedua, dia ada Riwayat asma, sebelum vaksin yang kedua sehat-sehat aja, tapi dua hari setelah vaksin dia positif dan nggak lama meninggal. Saya sudah vaksin pertama sebelum hamil,” jelasnya.

 

Sama seperti Indriani, Sarah Septiani (24) yang usia kandungannya memasuki 8 bulan menyampaikan dirinya takut divaksin dan khawatir anaknya mendapatkan dampak buruk dari vaksinasi tersebut. Apalagi, berdasarkan pengalaman disekitarnya, teman-temannya yang sudah divaksin tetap terinfeksi virus.

 

“Saya takut kalau divaksin, takut anaknya kenapa-kenapa,” tandasnya.

 

Sebagai informasi, untuk vaksin bagi bumil, diizinkan sesuai rekomendasi Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Sementara Kementerian Kesehatan menyatakan vaksinasi Covid-19 aman bagi ibu menyusui (busui).

 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan untuk proses skrining terhadap dua target sasaran itu, harus dilakukan secara rinci dan teliti. Bagi ibu hamil, proses skrining atau penapisan kepada harus dilakukan secara detail dibandingkan sasaran lain.

 

Selain itu, vaksin Covid-19 hanya bisa diberikan kepada ibu hamil yang usia kandungannya sudah 13 minggu dan berada di trimester kedua kehamilan. “Jika memiliki penyakit penyerta dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut, maka vaksin dapat diberikan,” kata Wiku secara virtual baru-baru ini.

 

Sumber: Jawapos.com

 

Editor: Erwan Sani

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kabut Asap Karhutla Memburuk, 2.394 Warga Indragiri Hulu Terserang Penyakit ISPA

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mencatat sebanyak 2.394 warga terserang ISPA akibat kabut asap karhutla…

12 jam ago

Tembus 1.687 Pelamar di Hari Pertama, Job Fair Perdana Rohul Dibanjiri Pencari Kerja

Sebanyak 1.687 pencari kerja memadati halaman Kantor Bupati Rokan Hulu pada hari pertama Job Fair…

12 jam ago

Tim Putra SMA Darma Yudha Pertahankan Gelar Juara Honda DBL 2026 Riau

Tim basket putra SMA Darma Yudha Pekanbaru sukses mempertahankan gelar juara Honda DBL with Kopi…

13 jam ago

Menginap di Kamar Deluxe Cuma Rp455 Ribu, Hotel Mutiara Merdeka Hadirkan Paket “Koper”

Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru menghadirkan promo bulanan bertajuk Paket "Koper" dengan tarif Rp455 ribu per…

2 hari ago

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Mahasiswa Pascasarjana UNRI Dampingi Guru MTsN 1 Kampar Kembangkan AI

Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika FKIP UNRI mendampingi 45 guru MTsN 1 Kampar dalam memanfaatkan ChatGPT…

2 hari ago

Sekda Inhu Zulfahmi Adrian Koordinasi dengan BKN Atasi Polemik SK 247 Kepala Sekolah

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 247 kepala sekolah yang…

3 hari ago