JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui bahwa virus corona jenis baru yang menyebabkan penyakit Covid-19 bisa menular lewat udara atau yang disebut aerosol transmision.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan masyarakat untuk waspada terhadap virus corona yang menyebar lewat udara.
"Seperti diibaratkan, aerosol seperti semprotan obat nyamuk. Dia (Covid-19) melayang-layang di udara dengan waktu cukup lama," ujar Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (11/7).
Oleh sebab itu, jika dalam ruangan tertutup dan ventilasi udara yang buruk, virus tersebut akan melayang-layang di udara. "Apabila ruangan tertutup tidak ada ventilasi dan sirkulasi udara yang tidak berlangsung baik, selama itulah Covid-19 akan berada di situ," beber Yurianto.
Yuri – sapaan akrabnya, mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan ruangan di suatu tempat memiliki ventilasi udara yang cukup bagus. "Sehingga ketika ada droplet orang positif, akan dengan cepat bisa dikeluarkan dari ruangan itu dengan aliran udara yang baik," ungkapnya.
Tak lupa Yurianto meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Memakai masker, cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, disebutnya sebagai kunci menghentikan penyebaran virus corona.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Wako Pekanbaru Agung Nugroho serahkan bantuan Rp100 juta untuk Masjid Jami’ul Barokah saat Safari Ramadan…
Harga cabai merah keriting asal Sumbar di Pasar Rakyat Rengat turun Rp5 ribu menjadi Rp45…
Pekerjaan saya menuntut tenaga fisik yang tidak ringan, terlebih ketika harus bekerja di bawah terik…
Bupati Kampar pimpin langsung penertiban balap liar jelang subuh di Bangkinang demi keselamatan pengguna jalan.
Hari ketiga Ramadan, harga ikan, daging sapi hingga cabai di Bengkalis melonjak tajam, Pasar Terubuk…
Bazar takjil di Jalan WR Supratman Pekanbaru dipadati warga jelang Magrib, arus lalu lintas melambat.