Categories: Nasional

Nelayan Pasir Limau Kapas Berkomitmen Jaga Kamtibmas

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Semua harus mengambil peran dalam menciptakan ketentraman di lingkungan masing-masing. Tanpa peran masyarakat, ketenangan yang menjadi syarat hidup nyaman akan sulit terwujud.

Itu pula yang menjadi landasan bagi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ranting Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir untuk menyatakan komitmennya ikut menjaga keamana dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di daerahnya.

Ketua HNSI Pasir Limau Kapas Marzuki mengatakan organisasi yang dipimpinnya senantiasa ikut diingatkan untuk bersama-sama menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Setiap anggota diminta ikut mengajak masyarakat, terutama anggota keluarga untuk mendukung upaya pihak keamanan menciptakan keamanan di tengah-tengah masyarakat. 

Saat ini, lanjut pria yang akraba di panggil Ucok ini, anggota HNSI di Pasir Limau Kapas ada 8.000 orang. Anggotanya memang sangat banyak. Sebab sebagian besar masyarakat di kawasan itu menggantungkan sumber ekonominya pada hasil laut, sebagai nelayan. Itu sudah berjalan turun temurun dari para pendahulunya. Ada 1.200 unit kapal yang dioperasikan oleh nelayan Pasir Limau Kapas.

Sebab itu, anggota HNSI merasa berkewajiban untuk menjaga perairan yang menjadi sumber kehidupan. Termasuk memelihara situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kepulauan Panipahan dan Rokan Hilir secara umum.

Termasuk tidak langsung main hakim sendiri saat menemukan kapal nelayan asing atau nelayan dari luar Rohil yang menangkap ikan menggunakan alat tangkap pukat harimau di perairan Rohil. Jalan terbaik adalah melamporkan temuan kepada pihak berwajib, baik ke kepolisian, atau ke instansi terkait lainnya.

‘’Kami mengingatkanseluruh anggota HNSI agar melaporkan setiap menemukan ada kegiatan mencurigakan yang mengarah kepada gangguan Kamtibmas di wilayah perairan Pasir Limau Kapas kepada pihak kepolisian,’’ ujar Ucok.

 

Laporan: Abdul Gafur (Pekanbaru)

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Elpiji 3 Kg Langka di Meranti, Warga Sudah Dua Hari Keliling Cari Gas

Kelangkaan elpiji 3 Kg terjadi di Meranti akibat distribusi terlambat. Warga kesulitan mendapat gas, pemerintah…

4 jam ago

RS Awal Bros Gandeng BRI Life, Luncurkan Layanan Premium The Private Suites

RS Awal Bros dan BRI Life meluncurkan The Private Suites, layanan rawat inap premium berstandar…

5 jam ago

Jukir Nakal di Cut Nyak Dien Diperingatkan, Tarif Parkir Tak Boleh Seenaknya

Dishub Pekanbaru beri peringatan jukir di Cut Nyak Dien usai aduan tarif parkir mahal. Pelanggaran…

5 jam ago

Kebakaran Hebat di Inhil, 80 Rumah di Pasar Bom Ludes Dilalap Api

Kebakaran hebat di Pasar Bom, Inhil, hanguskan 80 rumah warga. Tidak ada korban jiwa, namun…

5 jam ago

Dies Natalis ke-4 Universitas Awal Bros Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Universitas Awal Bros rayakan Dies Natalis ke-4 secara hybrid. Berbagai kegiatan digelar hingga pemberian penghargaan…

1 hari ago

Pekanbaru Teken MoU PSEL, Sampah Disulap Jadi Energi Listrik

Pekanbaru teken MoU PSEL untuk olah sampah jadi energi listrik. Proyek ini ditargetkan kurangi beban…

1 hari ago