Categories: Nasional

Kemendagri Pantau Pengawasan Dana Desa

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, pihaknya bakal melakukan pembinaan dan pengawasan dalam perubahan penyaluran dana desa. Tito juga mendukung adanya ide mengenai rencana transfer langsung kepada daerah dan desa-desa yang dananya cukup besar.

"Bapak Presiden sendiri telah memberikan arahan saat ratas (rapat terbatas) yang lalu agar dana ini sesegara mungkin untuk ditansfer ke daerah dan Kemendagri akan melakukan pembinaan dan pengawasan bersama-sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi," kata Tito di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (10/2).

Mantan Kapolri ini menjelaskan, penyaluran dana desa dilakukan dengan mekanisme penyaluran dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Penyaluran dari RKUD ke Rekening Kas Desa (RKD) dilakukan dalam tanggal dan waktu yang telah ditentukan.

"Dengan mekanisme tersebut, diharapkan dana desa akan lebih cepat diterima oleh desa. Pengendapan dana desa di RKUD tidak akan terjadi, serta tetap tercatat dalam APBD kabupaten/kota," ungkap Tito.

Tito menyampaikan, hal ini manfaatnya akan diperoleh sama seperti dana BOS. Menurutnya, kepala desa akan mendapatkan otonomi yang lebih besar dari penggunaan anggaran tersebut dan lebih fleksibel, karena satu desa tidak sama kebutuhannya dengan desa lain.

Oleh karena itu, dengan pemberian otonomi yang lebih besar, kata Tito, diharapkan kepala desa akan lebih efektif dan efisien menggunakan anggarannya. Namun tetap harus dijaga akuntabilitas dan tepat penggunaannya.

Atas perubahan skema tersebut, lanjut Tito, diperlukan adanya sinergi dan koordinasi yang dilakukan antar kementerian dalam pelaksanaan kebijakan serta monitoring dan evaluasi. Untuk itu, diperlukan adanya penyiapan regulasi yakni perubahan Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 yang selama ini menjadi pedoman dalam penyusunan APBD.

"Nah untuk itu, dengan transfer pusat ke daerah ke desa, ini juga akan memerlukaan pembinaan dan pengawasan supaya tetap akuntabel. Dalam konteks ini Kemendagri bekerja sama dengan Kemendes PDTT yang selama ini ada pembagian tugasnya," terang Tito.

Tito mengharapkan, dana desa tersebut dapat membangun ketahanan ekonomi desa, di antaranya adalah program-program yang padat karya dan berdampak ke masyarakat. Tito tak menginginkan dana desa itu disimpan atau membuat program yang tidak banyak berdampak pada ketahanan desa.

"Ini merupakan pembinaan. Untuk itulah kami nanti akan membentuk tim gabungan dan mendatangi kepala desa di 34 provinsi untuk menjelaskan langkah-langkah apa yang perlu dikerjakan, program-program apa yang sesuai dengan arahan dari presiden, kemudian bagaimana pengawasannya agar jangan sampai salah," bebernya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

21 jam ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

2 hari ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

2 hari ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

2 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

2 hari ago