Categories: Nasional

FPI: Luka Tembak Jarak Dekat dan Bekas PenyiksaanÂ

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Front Pembela Islam (FPI) melakukan pemeriksaan jenazah enam pengawal Habib Rizieq Shihab. Setelah pemeriksaan itu, FPI mengklaim bahwa ada setidaknya lima kejanggalan di tubuh anggota laskar FPI tersebut. Divisi Propam Polri juga membentuk tim khusus untuk menangani penembakan enam anggota FPI tersebut. 

Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar menjelaskan, setelah berhasil menjemput enam jenazah, maka dilakukan pemeriksaan dan pengamatan terhadap kondisi keenamnya. 

"Hasilnya ada lima kondisi, kesamaan dari luka tembak enam jenazah," terangnya. 

Pertama, dari luka tembak itudidapatkan kesamaan sasaran. Yakni, tembakan mengarah ke jantung pengawal Habib Rizieq. Lalu, di setiap jenazah terdapat lebih dari satu luka tembakan. 

"Ketiga, tembakan ke arah jantung itu ada yang dari depan dan belakang," paparnya. 

Selanjutnya, dari pendapat ahli yang hadir saat pemandian, bekas penembakan diduga dilakukan dari jarak dekat. "Terakhir pada tubuh sebagian besar laskar itu terdapat tanda-tanda bekas penyiksaan," jelasnya. 

Sementara Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Arif Wahyono menuturkan bahwa untuk luka di jenazah itu bukan hasil tindakan kekerasan. 

"Itu lebam mayat," paparnya kemarin. 

Lebam mayat merupakan perubahan warna membiru di beberapa bagian tubuh jenazah.  "Tapi, tidak ada memar di enam jenazah itu," terangnya. 

Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan bahwa Divpropam akan membentuk tim khusus untuk meneliti tindakan-tindakan dalam penembakan enam anggota laskar FPI tersebut. "Dibentuk oleh Kadivpropam ya," terangnya. 

Bagian lain, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memang tidak mengomentari dorongan pembentukan tim independen oleh pemerintah. Sebagai lembaga independen mereka tidak mencampuri urusan pembentukan tim tersebut. 

"Silakan saja Presiden (bentuk tim independen), Komnas HAM sebagai lembaga independen sudah bekerja sendiri," ungkap Komisioner Komnas HAM Amiruddin Al Rahab kepada Jawa Pos (JPG), kemarin. 

Amiruddin mengungkapkan, instansinya segera membentuk tim untuk mendalami insiden di Jalan Tol Jakarta–Cikampek dengan landasan kemanusiaan. 

"Yang kedua (peristiwa itu) menjadi perhatian publik yang luar biasa. Sehingga tidak ada alasan bagi Komnas HAM berdiam diri," kata dia. 

Menurut dia, dalam peristiwa yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan seperti pembunuhan di Sigi dan penembakan di Papua, Komnas HAM selalu bergerak cepat. Untuk itu, mereka juga segera merespons begitu mendapat kabar terjadi insiden yang menyebabkan enam anggota Laskar FPI meninggal dunia.  "Mesin yang ada di kami langsung berjalan," imbuhnya. 

Sampai kemarin, Amiruddin menyatakan bahwa timnya masih bekerja. Dia memastikan, tim itu mengumpulkan data sekomplet mungkin. Tidak hanya itu, mereka juga menghimpun informasi dari semua pihak. Baik FPI maupun Polri.(idr/byu/syn/ygi/jpg) 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

16 jam ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

18 jam ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

18 jam ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

1 hari ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

1 hari ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

1 hari ago