ILUSTRASI. (INTERNET)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mia Khalifa artis yang terkenal karena film dewasa ini belakangan terus diperbincangkan para netizen di dunia maya.
Hal tersebut dikarenakan rasa takutnya terhadap ancaman yang diberikan oleh kelompok militan ISIS akibat video dewasa yang ia perankan.
Wanita asal Lebanon ini sempat viral karena adegan dewasanya yang mengenakan hijab. Namun popularitas yang ia dapatkan justru berbalik menjadi sebuah ancaman yang diberikan ISIS kepadanya.
Yaps, ISIS memberikan peringatan kepada Mia akan memenggal kepalanya. Ketakutannya tersebut akhirnya membuat ia berhenti dan pensiun dari dunia film dewasa.
Selama menjalani adegan film dewasa, ia mengaku baru tiga bulan masuk. Namun sayang video-video dewasa dirinya masih populer di sejumlah situs.
Dia sadar dengan fakta itu, sekaligus membeberkan alasannya berkarier di dunia itu.
Dia juga blak-blakan mengungkapkan penghasilannya selama berkarier di industi film dewasa yang dipikir publik mencapat jutaan dollar AS.
Dalam kicauannya di Twitter, perempuan kelahiran Beirut, Lebanon, itu menceritakan, publik berpikir jika dia mendapatkan jutaan dollar AS dari beradegan intim.
“Tidak Benar. Total penghasilan saya hanyalah 12 ribu dolar AS atau Rp171,8 juta,” kata Mia Khalifa seperti dilansir New York Post.
Meski kini tengah hidup normal dan bekerja sebagai pengamat olahraga, dirinya mengaku masih menyimpan ketakutan terhadap ancaman yang diberikan ISIS.
“Video-video itu menghancurkan hidup saya,” ujar Mia Khalifa.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Edwir
Sebanyak 1.608 PPPK Paruh Waktu di Rohul belum menerima gaji Januari 2026 karena masih dalam…
DPRD Kepulauan Meranti menegaskan penolakan rencana kenaikan tarif ferry yang dinilai sepihak dan belum melalui…
Pemko Pekanbaru mendorong penerapan sistem ducting atau jaringan bawah tanah setelah insiden tumbangnya tiang fiber…
MPP Inhil menambah layanan haji dan umrah. Masyarakat kini bisa mengurus keperluan ibadah secara mudah…
Polisi mengamankan 29 sepeda motor saat patroli balap liar di Simpang Garoga, Duri, guna menjaga…
Unri bersama Tanoto Foundation membangun sistem digital soft skills mahasiswa terintegrasi, terukur, dan menjadi bagian…