JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan saat ini nilai aset negara naik 65 persen menjadi Rp10.467,53 triliun dari sebelumnya yang hanya Rp6.325,28 triliun.
Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN, Kemenkeu Encep Sudarwan mengatakan, nilai tersebut merupakan hasil revaluasi barang milik negara (BMN) periode 2018-2019.
Nilai kekayaan negara sebesar ini juga telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. "Hasil revaluasi menaikkan aset sekitar Rp4.000 triliun," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (10/7).
Encep memaparkan, hasil revaluasi aset tersebut juga membuat ekuitas negara naik hingga 22,26 persen menjadi Rp5.127,31 triliun. Kemudian, begitu juga kewajiban yang meningkat 77,74 persen menjadi Rp5.340,22 triliun.
"Opini wajar tanpa pengecualian (WTP), aset tetap kita meningkat," imbuhnya.
Adapun aset negara senilai Rp10.467,53 triliun tersebut, terdiri dari aset lancar Rp491,86 triliun, serta investasi jangka panjang sebesar Rp3.001,2 triliun. Kemudian, aset tetap sebesar Rp5.949,59 triliun, aset lainnya menjadi sebesar Rp967,98 triliun, dan piutang jangka panjang sebesar Rp56,88 triliun.
"Rp6.000 triliunnya merupakan aset tetap," pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…