Categories: Nasional

Afghanistan Menuju Jalan Perdamaian

AFGHANISTAN (RIAUPOS.CO) – Taliban dan para petinggi Afghanistan akhirnya satu suara. Mereka menyetujui isi road map for peace alias rancangan menuju perdamaian hasil dari dialog intra-Afghan di Doha, Qatar, 7-8 Juli 2019. Salah satu isinya adalah mengurangi korban jiwa dari warga sipil hingga nol.

’’Penduduk Afghanistan akan dilindungi. Kami selalu menginginkan hal ini. Mereka tidak pernah menjadi target,’’ ujar delegasi Taliban, Qari Din Mohammad Hanif. Menjaga agar tidak ada korban jiwa dari penduduk sipil itu bukan perkara mudah. Pada hari pertama dialog, bom mobil Taliban meledak di Ghazni, Afghanistan. Setidaknya 12 orang tewas dan 179 lainnya luka-luka. Sebagian besar korban luka adalah siswa yang sekolahnya dekat dengan lokasi kejadian.

Pertemuan dua hari di Doha itu di­hadiri para petinggi dan tokoh-tokoh Afghanistan, bukan hanya dari kalangan pemerintah. Tokoh penting Taliban Amir Khan Muttaqi membacakan isi pernyataan bersama hasil dialog intraAfghan dalam bahasa Pasthun. Saat Taliban berkuasa, dia pernah menjabat menteri komunikasi.

Ada 70 delegasi yang menghadiri pertemuan di salah satu hotel mewah di Doha itu. Enam di antaranya adalah perempuan. Begitu pernyataan bersama selesai dibacakan sesaat menjelang tengah malam, semua orang dalam ruangan langsung bertepuk tangan. Mereka lega sekaligus gembira.

’’Ini bukan kesepakatan. Ini adalah fondasi untuk memulai diskusi,’’ ujar Direktur Eksekutif Afghan Women’s Network Mary Akrami seperti dikutip Agence France-Presse.

Kedua pihak juga setuju untuk me­mastikan hak-hak perempuan dalam politik, sosial, ekonomi, pendidikan, dan urusan budaya sesuai dengan kerangka kerja nilai-nilai Islam. Ketika Taliban memimpin Afghanistan, perempuan terpinggirkan. Mereka bahkan dilarang menempuh pendidikan saat usianya di atas 8 tahun, wajib memakai burqa di depan umum, dan dilarang bekerja. Beberapa perempuan tetap sekolah di bawah tanah, tapi jika ketahuan akan dieksekusi mati.

Utusan Khusus Antiterorisme Qatar Mutlaq Al Qahtani mengungkapkan, dalam dialog selama dua hari itu, perbedaan di antara kedua pihak sangat kecil. Taliban maupun tokoh dan para petinggi Afghanistan yang datang sama-sama serius berkomitmen untuk meng­akhiri konflik yang berlangsung selama hampir 18 tahun itu.

Sebelum pertemuan di Doha, delegasi AS enam kali bernegosiasi dengan Taliban. Fokus utamanya adalah penarikan pasukan AS dari Afghanistan. Sebagai imbalannya, Taliban harus berkomitmen agar Afghanistan tidak dijadikan sarang teroris. Oktober 2001, AS menyerang Afghanistan karena Taliban melindungi kelompok Al Qaeda. Pertemuan ketujuh AS dan Taliban digelar Selasa waktu setempat (9/7/2019).

’’Ini adalah negosiasi paling produktif yang kami lakukan dengan Taliban,’’ kata Pemimpin Negosiasi AS Zalmay Khalilzad. AS berharap bisa membuat kesepakat­an dengan Taliban sebelum pemilu presiden Af­ghanistan September mendatang. Dengan begitu, mereka bisa mulai menarik pasukannya. Saat ini masih ada 14 ribu tentara AS di negara tersebut.(sha/c19/dos)

Sumber: Jawapos.com
Editor: Fopin A Sinaga

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

1 jam ago

Teras Lantai Enam Gedung Kejati Riau Terbakar, DPKP Pekanbaru Bawa Enam Mobil Pemadam

Kebakaran melanda teras lantai enam Gedung Kejati Riau akibat dugaan korsleting listrik, petugas DPKP Pekanbaru…

2 jam ago

Siap Rebut Trofi Kemenangan, SMA Kalam Kudus Pekanbaru Sambut Roadshow Honda DBL 2026

Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…

15 jam ago

Jembatan Sarang Elang Kecil di Batang Peranap Roboh, Dinas PUPRPKP Inhu Cari Solusi Penanganan

Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…

16 jam ago

Pameran Budaya Internasional 2026 UIN Suska Riau Suguhkan Roti Canai Hingga Teh Tarik Khas Malaysia

Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…

16 jam ago

Pelebaran Jalan HR Soebrantas Ditargetkan Selesai Desember 2026, Sisi Depan Unri Jadi 16 Meter

Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…

16 jam ago