Categories: Nasional

Kasus Etik Lili Naik ke Pemeriksaan Pendahuluan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Proses pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) kasus dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar akhirnya tuntas. Kemarin (9/6), tim pemeriksa Dewan Pengawas (Dewas) KPK memastikan tahapan penanganan kasus etik tersebut sudah masuk proses pembuatan laporan hasil klarifikasi untuk kemudian dibawa ke pemeriksaan pendahuluan.

Anggota Dewas KPK Albertina Ho sekaligus bagian dari tim pemeriksa aduan etik Lili menjelaskan, permintaan keterangan dan pengumpulan bukti yang dilakukan sejauh ini sudah cukup. Apalagi setelah Dewas menerima surat jawaban dari Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Nicke Widyawati pada Senin (6/6) lalu. "Saat ini (pulbaket) sudah dianggap cukup," kata Albertina kepada Jawa Pos (JPG).

Sebelumnya, penanganan kasus etik Lili ‘terganjal’ oleh Nicke. Itu lantaran Nicke tak kunjung mengirim jawaban tertulis yang ia janjikan kepada Dewas pada 27 April lalu. Melalui surat 20 Mei lalu, Dewas lantas meminta Nicke segera mengirim jawaban tertulis tersebut agar proses penanganan kasus tersebut bisa segera ke tahap selanjutnya. Nicke baru merespon surat tersebut Senin (6/6) lalu.

Albertina belum bisa mengungkapkan apa isi surat jawaban dari Nicke tersebut. Dia menyebutkan, surat itu akan menjadi bagian dari laporan hasil klarifikasi yang akan disampaikan ke Dewas KPK. "Untuk isinya mohon maaf belum bisa saya beritahukan sekarang," ujar mantan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Kupang tersebut.

Sesuai Peraturan Dewas KPK Nomor 03/2020 tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Persidangan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK, kata Albertina, laporan hasil klarifikasi yang tengah disusun itu nantinya akan disampaikan ke Dewas KPK. Lalu, Dewas KPK dalam pemeriksaan pendahuluan akan menentukan apakah kasus etik tersebut bisa dilanjutkan ke sidang etik atau tidak.

Sesuai perdewas tersebut, pemeriksaan pendahuluan akan dilakukan secara tertutup dalam rapat pleno Dewas KPK. Poin-poin yang akan diperiksa diantaranya alat bukti dan/atau barang bukti pendukung yang dirangkum dalam laporan hasil klarifikasi. Setelah semua itu dipelajari, barulah Dewas memutuskan tindak lanjut atas laporan dugaan pelanggaran etik tersebut.

Sebagaimana diketahui, Lili diadukan ke Dewas atas dugaan pelanggaran etik menerima fasilitas menonton MotoGP Mandalika dari Pertamina. Lili juga ditengarai menerima fasilitas penginapan di Amber Lombok Resort pada 16-22 Maret lalu atau saat perhelatan ajang balap motor internasional tersebut berlangsung.(tyo/jpg)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

14 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

14 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

14 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

14 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

15 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

1 hari ago