Categories: Nasional

Sinabung Erupsi, Cilacap Gempa Bumi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi sore kemarin. Letusan memunculkan kolom abu setinggi 7 km menjulang dari puncak. Meski begitu, bencana tersebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Letusan gunung api yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara itu terjadi pukul 16.28 WIB.

Dari rekaman seismograf, erupsi tersebut tercatat memimbulkan amplitude 120 mm dengan durasi sekitar 9 menit 17 detik. Suara gemuruh erupsi terdengar hingga pos pengamatan yang berjarak 14 km dari Gunung Sinabung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional Sutopo Purwo Nugroho menuturkan bahwa letusan menimbulkan kolom abu hitam yang condong ke arah selatan. ”Awan panas ke arah tenggara sejauh 3,5 km dan selatan 3 km dari puncak,” ucap Sutopo.

 Saat ini Gunung Sinabung dalam status siaga level III. BNPB meminta masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari puncak. Untuk beberapa sektor di selatan hingga timur ditetapkan dalam radius 5 km. sedangkan sektor timur hingga utara sejauh 4 km.

Masyarakat juga diimbau untuk mengenakan masker saat keluar rumah. Selain itu, mengamankan sarana air bersih dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik. ”Bagi yang berada dan bermukim dekat sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar waspada terhadap banjir lahar dingin saat hujan,” terang Sutopo.

Di sisi lain, gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,7 mengguncang Cilacap kemarin. Getaran tersebut terasa hingga Bandung dan Jogjakarta. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Klimatologi Rahmat Triyono menuturkan, informasi awal berkekuatan magnitudo 5,7 selanjutnya dimutakhirkan menjadi magnitude 5,5. Titik gempa terletak di koordinat 8,68 LS dan 108,82 BT. Yakni, di Samudera Hinda pada jarak 107 km ke selatan Cilacap dengan kedalaman 64 km.

Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar naik. Gempa terjadi karena ada aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia. ”Pemodelan juga menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami,” terang Rahmat.

 Selain Bandung dan Jogjakarta, lanjut Rahmat, guncangan juga dirasakan di daerah Pangandaran, Cilacap, Ciamis, dan Kebumen dalam skala intensitas III MMI. Yang artinya, getaran dirasakan nyata dalam rumah, seolah-olah ada truk yang lewat. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.(han/git/jpg)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

4 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

5 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

5 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

5 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

6 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

17 jam ago