Categories: Nasional

Dulu Dimainkan oleh Keluarga Kerajaan

Tak banyak orang mengetahui sejarah dan asal muasal permainan Sepak Rago Tinggi ini. Namun, di Kecamatan Kuantan Tengah, olahraga ini selalu diadakan.

Laporan Mardias Can, Telukkuantan

PERMAINAN sepak rago tinggi merupakan jenis permainan tradisional yang telah dimainkan sejak zaman dahulu oleh nenek moyang khususnya yang berasal dari Kenegerian Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi.

Dalam sejarah perkembangannya, sejak awal tradisi ini secara turun-temurun terus diwarisi sampai pada generasi sekarang. Latar belakang permainan sepak rago tinggi sebenarnya dilandasi adanya sebuah kesepakatan dalam musyawarah masyarakat adat kenegerian Kopah pada masa dahulu.

Seperti yang disampaikan salah seorang ninik mamak kenegerian Kopah, Abdul Rauf kepada Riau Pos, Ahad (8/5). Menurut Abdul Rauf, permainan ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1833 lalu. Bahkan beberapa sumber ada yang mengatakan sepak rago tinggi berasal dari Kesultanan Melaka sekitar abad 15 Masehi.

"Waktu itu sepak rago tinggi dimainkan khusus oleh keluarga kerajaan saja, ada juga sejarahnya sepak rago tinggi merupakan permainan melawan kejahatan yang diibaratkan bola rago tinggi adalah mata setan," kata Abdul Rauf.

Namun, lanjut Abdul Rauf, permainan ini sudah bisa dimainkan kalangan masyarakat luas dari kelompok usia yang beragam mulai dari orang tua hingga anak-anak sekalipun. Dalam praktiknya, permainan ini berbeda dengan sepak takraw.

"Permainan ini dilakukan dalam sebuah garis lingkaran dikelilingi daun kelapa, yang di bagian atasnya tepat di tengah-tengah garis lingkaran ini diletakkan sebuah payung dengan posisi terbalik. Maka payung yang berada di atas berfungsi sebagai sasaran untuk memasukkan bola," beber Abdul Rauf.

Permainan ini, dahulunya dilakukan dengan sistim tim, namun saat ini tidak berlaku lagi, setiap permainan biasanya terdiri beberapa orang, sebelum permainan ini dimulai para pemain wajib untuk bersuci dengan mengambil wudhu, setelah itu pemain baru memasuki lapangan.(bersambung)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

15 menit ago

HSBL Selatpanjang 2026 Dimulai, Simak Daftar Sekolah yang Siap Bertarung

HSBL 2026 Selatpanjang Series kembali digelar setelah vakum enam tahun. Enam sekolah siap bersaing dalam…

5 jam ago

Subsidi Listrik 2027 Diusulkan Rp117 Triliun, Naik Rp17 Triliun dari Tahun Ini

ESDM mengusulkan subsidi listrik 2027 sebesar Rp117,84 triliun, naik Rp17 triliun, sekaligus menaikkan target produksi…

5 jam ago

Polres Siak Tetapkan Tersangka Karhutla, Ratusan Ribu Meter Persegi Lahan Terbakar

Polres Siak menetapkan satu tersangka karhutla dan mengungkap tujuh titik kebakaran dengan total luas lahan…

6 jam ago

Truk 10 Roda Tabrak Dinding Jembatan di Inhu, Kendaraan Dialihkan ke Jalur Alternatif

Truk roda 10 menghantam dinding jembatan di Jalan Lintas Timur Inhu hingga melintang dan memicu…

10 jam ago

Pengadaan Peralatan Dapur MBG Rp724 Juta Dipersoalkan, Kasusnya Masuk Polres Inhil

Dugaan penipuan dana pengadaan dapur MBG senilai Rp724 juta di Pulau Burung, Inhil, dilaporkan ke…

10 jam ago