Categories: Nasional

Menlu Inggris Ajak Negara Barat Keras terhadap Putin

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri luar negeri Inggris Liz Truss meminta negara-negara Barat untuk lebih keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Itu karena telah menghancurkan arsitektur keamanan global dengan menyerang Ukraina. Truss juga meminta negara-negara Barat untuk memperkuat dampak buruk dari sanksi terhadap Rusia.

Pada kunjungannya ke Amerika Serikat, Truss mengatakan di lembaga pemikir Dewan Atlantik bahwa setelah invasi Rusia ke Ukraina, Barat tidak boleh lagi membiarkan agresi semacam itu tumbuh tidak terkendali.

"Kita harus bangkit pada saat ini. Kita harus berjanji bahwa kita tidak akan pernah lagi membiarkan agresi semacam itu tumbuh tidak terkendali. Itu berarti kita harus bertindak sekarang. Itu berarti menjadi tangguh karena kita tahu bahwa dampaknya hanya akan terus meningkat jika kita tidak bertindak," ungkap Truss.

Truss mengatakan bahwa Putin telah menyerang aturan untuk negara-negara hidup berdampingan dengan kedaulatan, demokrasi, dan Piagam PBB. Putin disebutnya telah menghancurkan arsitektur keamanan global.

"Jika kita membiarkan ekspansionisme Putin tidak tertandingi, hal itu akan mengirim pesan berbahaya kepada calon agresor dan otoriter di seluruh dunia," sebut Truss.

Inggris, yang berusaha memainkan peran sentral dalam respons internasional terhadap invasi Rusia, sebagian besar bertindak sejalan dengan Amerika Serikat. Pemerintah Inggris juga menyamai banyak tindakan yang diambil oleh Washington sejak pasukan Rusia memasuki Ukraina hampir dua pekan lalu.

Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari dan menyebutnya sebagai operasi khusus untuk mendemiliterisasi Ukraina dan menangkap nasionalis yang berbahaya.

Negara-negara Barat menyebut alasan Rusia itu sebagai dalih tak berdasar untuk invasi yang telah menimbulkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Eropa. Negara-negara Barat juga telah menerapkan sanksi keras sebagai tanggapan terhadap serangan Rusia ke Ukraina.

Inggris telah memberlakukan sanksi terhadap individu dan entitas Rusia serta berjanji untuk melarang impor minyak Rusia dan melarang perusahaan Rusia meningkatkan utang dan ekuitas di pusat keuangannya. Namun, pemerintah Inggris telah dikritik karena bergerak terlalu lambat dalam memberikan sanksi kepada sejumlah individu Rusia. Inggris mengatakan proses sanksi itu akan dipercepat begitu undang-undang baru mulai berlaku.

Truss diperkirakan akan meminta negara-negara untuk meningkatkan tekanan global terhadap Putin. "Kita harus melangkah lebih jauh pada sanksi untuk terus memperkuat dampak buruk (dari sanksi). Kita menginginkan situasi di mana mereka (Rusia) tidak dapat mengakses dana mereka. Mereka tidak dapat melunasi pembayaran mereka, perdagangan mereka tidak dapat mengalir, kapal mereka tidak dapat berlabuh dan pesawat mereka tidak bisa mendarat," pungkas Truss.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

7 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

7 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

7 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

7 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

8 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

19 jam ago