Categories: Nasional

RHL TN Tesso Nilo Berdampak Ekonomi Bagi Ratusan Warga

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS HL) Indragiri Rokan (Inrok) melaksanakan program Rehabilitasi Hutan Lindung (RHL) di kawasan Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan. Program ini dilaksanakan sejak 2019, berlanjut 2021 dan berakhir 2023 mendatang. 

Program yang dilaksanakan secara multiyears melalui pihak ketiga, yakni PT Green Mandiri Persada dan PT BUMI Riau Lestari ini melibatkan 201 warga tempatan sebagai pekerja. mereka  mendapat gaji harian dilengkapi dengan fasilitas lain yang diperlukan. Walhasil, perekonomian di kawasan ini terus berputar. 

''Program RHL ini melibatkan 201 warga tempatan sebagai pekerja. Mereka digaji Rp70 ribu perhari, di luar fasilitas lain seperti transportasi. Dalam seminggu, perputaran uang dalam program ini sekitar Rp150 hingga Rp170 juta,'' kata Ismail, Direktur PT Green Mandiri Persada. 

Hal tersebut disampaikan Ismail di depan Tenaga Ahli Menteri (TAM) Bidang Komunikasi Digital dan Media Sosial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), DR Afni Azulkifli, saat meninjau pelaksanaan program tersebut, Selasa (9/3/2021). 

Afni didampingi Plt Kepala BPDASHL Afnan Dharma Putra, S.Hut., M.Si, Plt Kepala TN Tesso Nilo Andri Hansen Siregar, S.Hut.T., M.Sc, Kepala Seksi RHL Desmantoro, S.Hut., M.Si, dan beberapa lainnya. 

Program RHL multiyears di kawasan ini seluas 1000 hektare dimulai sejak 2019 dan berakhir tahun 2021 dengan jumlah bibit yang ditanam 110.000 batang. Kegiatan berlanjut untuk tiga tahun ke depan yakni 2021-2023 dengan luas lahan 1.350 hektare dan jumlah bibit 843.750 batang. 

''Pohon yang ditanam bukan hanya sekedar ditanam, tapi harus hidup. Sebelum masa pelaksanaan program selama tiga tahun berakhir dan sebelum diserahtetimakan, pihak ketiga harus memastikan bahwa bibit yang ditanam ini hidup. Kalau dalam masa pelaksanaan pohon mati, harus ditanam lagi. Pokoknya sampai hidup. Minimal pohon hidup 75 persen dari total bibit yang ditanam, dan penanaman wajib selesai 100 persen,'' jelas Kepala BPDASHL, Afnan. 

Peninjuan pelaksanaan program RHL ini dimulai sejak pagi dan baru selesai sore mengingat lokasi yang jauh dan kondisi jalan tanah yang becek serta berlumpur. Rombongan yang berangkat dari Pekanbaru pukul 06.00 WIB, tiba lagi di pekanbaru pukul 20.00 WIB. 

Selain meninjau langsung titik tanam di Desa Lubuk Kembang Bunga, baik yang baru ditanam maupun yang sudah berusia satu tahun lebih, Tenaga Ahli Menteri Dr Afni Zulkifli juga berbincang langsung dengan para pekerja. 

''Saya mengucapkan terimakasih buat bapak dan ibu yang sudah menanam. Tolong dirawat dan dijaga ya, Pak. Dijaga juga hutan dan TN Tesso Nilo ini jangan sampai terbakar. Hutan ini hutan kita bersama, untuk anak cucu kita kelak,'' kata Afni, saat bertemu pekerja yang mayoritas perempuan. Mereka sedang duduk santai istirahat setelah makan siang. 

Pada kesempatan itu, Afni juga ikut menanam bibit. Bibit yang ditanam antara lain, durian, pulai, petai, jengkol, meranti dan masih banyak lainnya. Usai menanam, rombongan melihat lokasi pembibitan yang juga disediakan pihak ketiga. puluhan ribu bibit tumbuh subur di sini. 

Jika seluruh proses RHL berakhir, dan pihak ketiga sudah menyerahkan kepada BPDASHL, maka pengelolaan selanjutnya diserahkan kepada Balai TN Tesso Nilo. 

''Kalau sudah diserahkan ke Balai TN Tesso Nilo dan pohon sudah berbuah, silakan masyarakat memanfaatkan hasilnya sebaik mungkin. RHL ini luas dan bibit yang ditanam ratusan ribu, bahkan jutaan. Tanaman kehidupan, berbuah lagi. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Tapi, masyarakat juga harus menjaga TN Tesso Nilo  ini. Jangan sampai rusak dan terbakar,'' harap Kepala Balai Tntn, Hansen.

Laporan: Kunni Masrohanti (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kejari Pekanbaru Segera Gelar Perkara Kasus SPPD Fiktif, Ini yang Masih Ditunggu

Kasus dugaan SPPD fiktif dan makan minum Setwan Pekanbaru masih disidik. Lebih 100 saksi diperiksa…

7 jam ago

101 Koperasi Merah Putih di Meranti Sudah Dibentuk, Tapi Belum Satu Pun Beroperasi

Sebanyak 101 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kepulauan Meranti, namun hingga Agustus 2026 belum…

8 jam ago

Menang Dua Gim, Jonatan Christie Ungkap Tantangan di Laga Perdana Kejuaraan Dunia

Jonatan Christie menang atas Matthias Kicklitz di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Rehan/Gloria juga melaju setelah…

8 jam ago

Tak Sekadar Sponsorship, Ini Dukungan RAPP untuk Pacu Jalur Nasional 2026

RAPP mendukung Pacu Jalur Nasional 2026 di Kuansing dengan total Rp350 juta, termasuk bantuan kebersihan…

8 jam ago

Jalan Teratai Pekanbaru Dibedah, Drainase Tersumbat Ikut Diperbaiki hingga Akhir Tahun

Pemko Pekanbaru memperbaiki Jalan Teratai sepanjang 783 meter sekaligus membenahi drainase tersumbat untuk mengurangi genangan…

8 jam ago

Unri Kenalkan Smart Posyandu di Kampar, Pencatatan Kesehatan Ibu dan Balita Kini Lebih Digital

Unri mengenalkan Smart Posyandu kepada 35 kader dari 18 posyandu di Pandau Jaya untuk mendukung…

9 jam ago